Selasa 01 Nov 2022 13:17 WIB

Wapres Ingatkan Santri Cegah Kerusakan Lingkungan

Santri harus aktif menjaga bumi.

Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah di acara Hari Santri Nasional 2022 bersama Wakil Presiden Maruf Amin di Masjid At Thohir, Depok, Senin (31/10).
Foto: Republika/Fauziah Mursid
Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah di acara Hari Santri Nasional 2022 bersama Wakil Presiden Maruf Amin di Masjid At Thohir, Depok, Senin (31/10).

REPUBLIKA.CO.ID,DEPOK--Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan peran santri dalam menjaga bumi dan mencegah kerusakan lingkungan. Kiai Ma'ruf mengingatkan, perintah agama Islam tentang kebolehan memanfaatkan sumber daya alam tetapi harus tetap diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan.

Ini disampaikan Wapres berkaitan peran santri zaman sekarang yang disesuaikan dengan kebutuhan saat ini.

Baca Juga

"Santri harus aktif menjaga bumi, boleh mengeksplorasi tetapi jangan merusak. Santri harus aktif menjaga pencegahan kerusakan lingkungan. Jangan kamu merusak," kata Kiai Ma'ruf saat menghadiri acara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2022 di Masjid At Thohir, Depok, Jawa Barat, Senin (31/10).

Kiai Ma'ruf menyampaikan perbedaan santri zaman saat ini (now) dengan santri zaman dahulu sebelum kemerdekaan (jadul). Jika santri zaman dahulu selain menjaga agama juga menjaga negara termasuk membantu melawan penjajah dan merebut kemerdekaan, maka semangat santri zaman sekarang juga tetap sama.

Dia menguraikan, setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan santri saat ini yakni menjaga kesepakatan nasional, membangun kesejahteraan dengan memakmurkan bumi dan menjaga bumi dari kerusakan.

Karena itu, para santri juga harus dapat berkontribusi dalam pembangunan nasional, khususnya pembangunan ekonomi. "Tanggung jawab manusia untuk memakmurkan bumi. Ini perintah agama, dan paling utama membangun ekonomi," ujarnya.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ini menyebut, pembangunan ekonomi yang dimaksud meliputi berbagai sektor yang dapat dikembangkan dengan pemanfaatan teknologi."Membangun ekonomi, supaya makmur pertanian, perdagangan, pertambangan, ekonomi kreatifnya, karena itu perintah agama dan kunci utamanya adalah SDM yang memiliki teknologi pengetahuan," katanya.

Pada acara yang bertajuk “Santri Berdaya, untuk Indonesia Sejahtera” ini, Kiai Ma'ruf menegaskan kunci menuju Indonesia Makmur adalah mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan manusia secara produktif dan bijaksana.

"Santri harus menggerakkan, jangan ada lahan yang tidur dan jangan ada tenaga yang nganggur, InsyaAllah makmur," ujarnya.

Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah ini pun berpesan kepada santri untuk bangkit kembali dalam Membangun Negeri menuju Indonesia Emas 2045.

"Saya ingin sekarang adalah santri revival, kebangkitan santri kembali untuk menyongsong 100 tahun kemerdekaan dan lahirnya kebangkitan nasional yang kedua," katanya.

Menteri BUMN Erick Thohir selaku Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menyampaikan MES berikhtiar memajukan ekonomi keumatan, dengan memanfaatkan potensi besar yang ada di lembaga pesantren.

"Santri dan pesantren memiliki potensi besar yang dapat kita optimalkan dalam mendorong kemajuan bangsa Indonesia, sebagai organisasi yang inklusif MES menyadari betul hal ini" kata Erick.

Dalam rangkaian acara tersebut dilakukan penyerahan secara simbolis Tabungan Santri oleh Ketua Dewan OJK, Mahendra Siregar dan Ketua MES kepada 4 (empat) orang perwakilan santri.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement