Sabtu 22 Oct 2022 13:25 WIB

Menambah Jumlah Pembimbing Ibadah Haji Wanita

Pembimbing ibadah haji wanita masih sangat kurang.

Keberadaan pembimbing jamaah haji perempuan dinilai masih butuh tambahan. Foto ilustrasi sejumlah calon jamaah haji mengikuti manasik haji.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Keberadaan pembimbing jamaah haji perempuan dinilai masih butuh tambahan. Foto ilustrasi sejumlah calon jamaah haji mengikuti manasik haji.

REPUBLIKA.CO.ID, Indonesia dikenal sebagai pengirim jamaah haji terbanyak di dunia. Sebagian besar jamaah haji kita didominasi jamaah haji perempuan.

Dari tahun ke tahun, jamaah perempuan menempati porsi terbesar dibandingkan jamaah laki-laki. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Agama (Kemenag), pada keberangkatan haji 2019, persentase jumlah jamaah perempuan tercatat mencapai 55,64 persen. Sedangkan jamaah laki-laki lebih sedikit dari perempuan, yakni 44,35 persen.

Sudah seharusnya jumlah jamaah wanita yang besar ini mendapat perhatian lebih. Salah satunya dengan mengalokasikan lebih banyak pembimbing ibadah haji perempuan.

Transfer ilmu pengetahuan manasik akan lebih efektif dan nyaman jika dilakukan oleh pembimbing ibadah perempuan. Dengan begitu, jamaah haji diharapkan percaya diri dan bisa melaksanakan ibadah hajinya dengan benar sesuai rukun dan syariat.

Contohnya, ada kasus dimana jamaah melaksanakan sa'i atau berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Marwa hanya sebanyak lima kali. Saat ditanya alasannya, ia mengaku lelah dan ingin beristirahat dahulu di hotel untuk kemudian melanjutkan ritual sa'i kembali. Padahal sa'i harus dilakukan berturut-turut sebanyak tujuh kali.

Rangkaian rukun haji harus dilakukan secara lengkap dan tertib. Jika tidak, sudah bisa dipastikan ibadah haji jamaah tidak sah. Sa'i tidak dapat diganti dengan apa pun, bahkan dengan membayar dam atau denda.

Pemahaman jamaah haji didapat dari bimbingan manasik. Sayangnya, pada tahun ini jumlah pertemuan manasik haji dipersingkat. Semula, bimbingan manasik dilaksanakan sebanyak 10 kali, dengan perincian delapan kali di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan dan dua kali di Kantor Kemenag Kabupaten/Kota. Namun, tahun ini dipersingkat menjadi enam kali, dengan perincian empat kali di KUA dan dua kali di Kantor Kemenag Kabupaten/Kota.

Hal ini berpeluang membuat jamaah belum paham benar mengenai ibadah haji. Namun, hal itu bisa dimaklumi sebab persiapan pemberangkatan jamaah haji yang mepet akibat pandemi Covid-19. Semoga tahun depan, jumlah pertemuan bimbingan manasik haji kembali ke semula.

Karena itu, langkah Kemenag yang berencana memperkuat peran pembimbing ibadah, khususnya pembimbing ibadah wanita patut didukung. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latif mengungkapkan kondisi di lapangan saat pelaksanaan ibadah haji tahun 2022 M/1443 H membuktikan pembimbing perempuan saat ini menjadi kebutuhan yang perlu diupayakan.

Untuk menjadi pembimbing haji pun tidak harus berasal dari kalangan ustadzah ataupun daiyah. Dorongan untuk menambah jumlah pembimbing haji perempuan ini disampaikan memiliki beberapa alasan.

Alasan pertama, karena jumlah jamaah perempuan yang lebih banyak dibanding jamaah laki-laki. Alasan kedua disebut berkaitan dengan fiqih haji perempuan yang terkadang tidak bisa dikomunikasikan secara terbuka, terlebih bila pembimbingnya laki-laki. Arsad menyebut hal ini menjadi permasalahan yang perlu dicari jawaban dan jalan keluarnya.

Hingga saat ini, ia menyebut jumlah pembimbing haji di Indonesia yang telah memiliki sertifikat sebanyak 8.662 orang. Dari total tersebut, pembimbing ibadah haji perempuan sebanyak 1.011 atau sekitar 11,6 persen.

Selain aspek ibadah, jamaah haji Indonesia yang mayoritas berusia lanjut usia (antara 51-60 tahun) juga memerlukan pendampingan dalam beraktivitas atau saat ziarah di Tanah Suci. Misalnya, mencari tahu tempat wudhu, toilet, kembali ke penginapan, berbelanja atau ketika mengantre untuk masuk Raudhah atau makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi. Hal ini untuk meminimalisasi jamaah tersesat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement