Jumat 16 Sep 2022 00:30 WIB

metaNesia Suguhkan Pengalaman Dunia Metaverse 

metaNesia memiliki target pasar yang sama dengan Fruit Tea.

metaNesia merupakan bagian dari Leap-Telkom Digital sebagai umbrella brand produk dan layanan digital Telkom, yang hadir untuk mengakselerasi digitalisasi masyarakat Indonesia.
Foto: Istimewa
metaNesia merupakan bagian dari Leap-Telkom Digital sebagai umbrella brand produk dan layanan digital Telkom, yang hadir untuk mengakselerasi digitalisasi masyarakat Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- metaNesia, dunia metaverse dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), berhasil menyuguhkan pengalaman baru bagi pengunjung yang datang ke Fruit Tea World Festival 2022. Kehadiran metaNesia di acara besutan PT Sinar Sosro tersebut mewujudkan konsep digital mencakup Music, Dance, Art, Fashion, dan Games dari Fruit Tea yang mewadahi kreativitas generasi muda. 

Anton Pramono SM Emerging Technology Platform Telkom menerangkan, metaNesia memiliki target pasar yang sama dengan Fruit Tea. Yaitu Generasi Z dan Generasi Alfa sebagai anak-anak muda yang sangat melek dengan teknologi terkini. 

Tak hanya mengenalkan dunia metaverse miliknya, melalui kegiatan ini metaNesia juga berupaya menegaskan posisinya yang siap berkolaborasi dengan semua pihak dari swasta, BUMN, maupun UMKM. 

Di festival tersebut, lanjut Anton, metaNesia mewujudkan segmen Virtual Experience yang diusung oleh Fruit Tea, melalui beberapa aktivitas menarik dan wajib dicoba seperti treasure hunt, selfie bareng, dan konser virtual dengan bintang tamu Naura Ayu dan The Changcuters. 

Pada acara ini, kata dia, metaNesia menyuguhkan gamification untuk mencari symbol-simbol huruf yang harus di-selfie membentuk kata tertentu. "Ada juga interaksi antara user melalui chat dan voice chat. Yang lebih menarik, ada juga konser metaverse dari Naura Ayu dan The Changcuters,” terang Anton, dalam rilisnya yang diterima Republika.co.id, Kamis (15/9). 

Tak hanya itu, di Fruit Tea World Festival 2022 metaNesia juga diamanatkan untuk menggabungkan aset digital seperti motion capture melalui salah satu perangkat MOCAP yang dimiliki metaNesia, pengembangan model avatar dan animasi di dalam konser. 

“Kami juga menyuguhkan aplikasi dalam bentuk scene yang otomatis terunduh dan terintegrasi dengan avatar metaNesia termasuk fitur pelengkapnya, serta mengirimkannya melalui platform service di cloud untuk diunduh multiplayer support,” tambah Anton. 

Sementara Norma Sari Dewi GM Marketing PT Sinar Sosro menuturkan, puncak acara luring Fruit Tea World Festival telah terselenggara pada 10 September 2022 kemarin, di Hysteria Dufan, Ancol, Jakarta Utara. Bagi Fruitizen di seluruh Indonesia yang tak sempat datang, bisa menonton ulang keseruan pentas seni ini di channel YouTube Fruitteasosroid. 

“Yang lebih seru lagi, Fruit Tea World Festival juga dapat dinikmati di platform metaverse. Dengan mengunduh aplikasi metaNesia, Fruitizen bisa ikut dalam Experience Fruit Tea World Festival dengan berkreasi menciptakan avatarnya sendiri sambil menonton konser artis di dunia digital,” kata Norma. 

Anton menambahkan, metaNesia bisa menjadi ajang keseruan bagi Fruitizen yang hadir maupun tidak berkesempatan hadir di puncak acara Fruit Tea World Festival, dengan pengalaman-pengalaman terbaik. “metaNesia menjadi gambaran bahwa dunia metaverse bisa dinikmati oleh masyarakat luas, karena selain dapat diakses melalui VR (virtual reality), dapat juga diakses melalui perangkat mobile dan desktop,” tandasnya. 

metaNesia merupakan bagian dari Leap-Telkom Digital sebagai umbrella brand produk dan layanan digital Telkom, yang hadir untuk mengakselerasi digitalisasi masyarakat Indonesia. Dengan adanya Leap, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia demi mengakselerasi terwujudnya kedaulatan digital nasional, sejalan target pemerintah dalam beberapa tahun mendatang. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengakses https://metanesia.id/ dan https://leap.digitalbisa.id/. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement