Senin 28 Feb 2022 22:25 WIB

Uni Eropa akan Beri Perlindungan Bagi Pengungsi Ukraina

Setidaknya 300 ribu pengungsi Ukraina telah memasuki Eropa.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah
Kasur ditempatkan di lantai aula acara di sebuah hotel yang menawarkan perlindungan bagi para pengungsi yang melarikan diri dari konflik dari negara tetangga Ukraina, di Siret, Rumania, Sabtu, 26 Februari 2022.
Foto: AP/Andreea Alexandru
Kasur ditempatkan di lantai aula acara di sebuah hotel yang menawarkan perlindungan bagi para pengungsi yang melarikan diri dari konflik dari negara tetangga Ukraina, di Siret, Rumania, Sabtu, 26 Februari 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSEL -- Uni Eropa akan memberikan hak kepada pengungsi Ukraina untuk tinggal dan bekerja di seluruh negara anggota Eropa hingga tiga tahun. Pejabat senior Uni Eropa dan Prancis berterima kasih kepada sukarelawan di perbatasan yang membantu para pengungsi Ukraina.

Setidaknya 300 ribu pengungsi Ukraina telah memasuki Uni Eropa. Jutaan pengungsi Ukraina lainnya diperkirakan datang ke Eropa. Anggota Uni Eropa seperti Polandia, Rumania, Slovakia dan Hongaria memiliki perbatasan darat dengan Ukraina.  "Adalah tugas kita untuk menerima mereka yang melarikan diri dari perang," kata Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin kepada France 2 TV.

Baca Juga

Darmanin mengatakan, menteri dalam negeri Uni Eropa menugaskan Komisi Eropa untuk menyiapkan rancangan proposal yang akan memberikan perlindungan bagi pengungsi Ukraina.

Para menteri dijadwalkan bertemu pada Kamis (3/3) untuk menyepakati rinciannya.  

Aturan perlindungan sementara Uni Eropa bagi pengungsi perang dibuat setelah perang tahun 1990-an di Balkan. Sejauh ini, aturan tersebut tidak pernah digunakan. Aturan ini memberikan tingkat perlindungan yang sama selama satu hingga tiga tahun, di semua negara anggota Uni Eropa termasuk izin tinggal, akses pekerjaan,  kesejahteraan sosial dan pengobatan.

Uni Eropa juga akan membantu negara-negara anggota yang berbatasan dengan Ukraina untuk mengatasi masuknya pendatang. Komisaris Dalam Negeri Uni Eropa, Ylva Johansson mengatakan,  relawan dan otoritas lokal yang membantu warga Ukraina di perbatasan telah menunjukkan solidaritas.

"Ini menunjukkan bahwa kami didasarkan pada nilai-nilai lain selain (Presiden Rusia Vladimir) Putin dan kami mempraktikkan nilai-nilai ini," kata Johansson.

Johansson telah menekankan bahwa, eksodus Ukraina yang melarikan diri dari perang sudah bergerak dari negara-negara perbatasan Uni Eropa ke negara lain yang  memiliki komunitas besar Ukraina, termasuk Italia, Spanyol dan Jerman. Komisaris Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis,  Janez Lenarcic, mengatakan empat juta warga Ukraina diperkirakan akan meninggalkan negara itu sebagai pengungsi.

Pria usia wajib militer dilarang meninggalkan Ukraina. Mereka diminta untuk berperang membela negara. Sebagian besar pengungsi Ukraina terdiri dari perempuan dan anak-anak. Mereka tiba di perbatasan di timur Polandia, Slovakia dan Hongaria, termasuk di utara dan timur laut Rumania.

"Semua negara anggota Uni Eropa siap menerima pengungsi dari Ukraina. Ini adalah tanggapan kuat oleh Eropa terhadap penderitaan mengerikan yang ditimbulkan Putin dengan perang agresi kriminalnya. Bersama-sama, kita berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Ukraina," kata Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement