Ahad 19 Dec 2021 20:04 WIB

Paris Batalkan Acara Pesta Kembang Api Saat Tahun Baru

Pembatalan semua acara mengikuti rekomendasi kepolisian dan badan kesehatan.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
Seorang wanita mengenakan masker wajah melawan virus corona tiba di stasiun kereta Saint Lazare di Paris, Selasa 30 November 2021. Pemerintah Kota Paris, Prancis, telah mengumumkan pembatalan semua acara atau perayaan.
Foto: AP/Lewis Joly
Seorang wanita mengenakan masker wajah melawan virus corona tiba di stasiun kereta Saint Lazare di Paris, Selasa 30 November 2021. Pemerintah Kota Paris, Prancis, telah mengumumkan pembatalan semua acara atau perayaan.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Pemerintah Kota Paris, Prancis, telah mengumumkan pembatalan semua acara atau perayaan, termasuk pesta kembang api, yang rencananya digelar di Champs-Elysees pada malam pergantian tahun. Keputusan itu diambil di tengah kekhawatiran penyebaran Covid-19 varian Omicron.

“Kota Paris dengan menyesal mengumumkan pembatalan semua perayaan yang direncanakan berlangsung di Champs-Elysees pada 31 Desember karena munculnya kembali pandemi,” kata balai kota Paris dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (18/12), dikutip France24.

Baca Juga

Balai kota Paris menjelaskan, pembatalan semua acara tersebut mengikuti rekomendasi departemen kepolisian dan badan kesehatan wilayah. Kendati demikian, warga masih dapat menikmat serangkaian acara yang digelar di dekat Hotel de Ville (hingga 2 Januari) dan di dekat Istana Bastille (hingga 26 Desember).

Pada Jumat (17/12) lalu, Perdana Menteri Prancis Jean Castex meminta balai kota membatalkan acara konser dan pesta kembang api dalam rangka menyambut pergantian tahun. Dia mengatakan, hal itu merupakan upaya untuk membatasi penyebaran Covid-19 varian Omicron. Setelah pidato Castex tersebut, Prancis menutup perbatasannya bagi para pelancong yang bepergian dari Inggris.

Inggris adalah salah satu negara Eropa yang sudah mulai berjuang mengendalikan penyebaran Omicron. Sejauh ini Prancis sudah melaporkan 8,56 juta kasus Covid-19 dengan korban meninggal mencapai 122 ribu jiwa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement