Rabu 24 Nov 2021 14:14 WIB

Genjot Digitalisasi, Bank Ina Bakal Rights Issue Rp 1,18 T

Bank Ina akan menawarkan sebanyak-banyaknya 282,7 juta saham.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Ilustrasi rights issue.
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Ilustrasi rights issue.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Ina Perdana Tbk berencana melakukan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan menargetkan dana yang akan diterima sebesar Rp1,18 triliun daru aksi korporasi ini. 

Emiten bersandi BINA ini akan menawarkan sebanyak-banyaknya 282,7 juta saham dengan nilai nomial Rp 100. Jumlah saham baru yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas (PUT III tersebut merupakan 4,76 persen dari seluruh saham yang ditempatkan. Adapun harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp 4.200.

Baca Juga

Dana yang diperoleh Perseroan dari hasil PUT III ini, setelah dikurangi dengan seluruh biaya yang terkait dengan PUT III, akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja terkait pelaksanaan kegiatan operasional serta pengembangan usaha Perseroan.

"Dana akan digubakan sesuai dengan strategi Perseroan untuk menerapkan digitalisasi dalam proses bisnis Perseroan," kata manajemen perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/11). 

Pengembangan usaha yang dimaksud merupakan pengembangan usaha yang dikategorikan sebagai Operational Expenditure (OPEX). Perseroan melakukan pengembangan digitalisasi melalui kerja sama managed service dengan vendor (pihak ketiga) sehingga Perseroan tidak berinvestasi langsung dengan membeli aset atau peralatan. 

Biaya IT untuk pengembangan digitalisasi terutama untuk software license yang bersifat subscription dan infrastructure yang bekerja sama dengan cloud provider dan managed service provider, pembayarannya dilakukan secara berkala yaitu per tahun. 

Selain itu, dengan dana yang diperoleh dari hasil pelaksanaan PUT III ini, maka perseroan juga memenuhi persyaratan Modal Inti yang ditetapkan oleh OJK dalam Peraturan OJK No. 12/2020 mengenai Konsolidasi Bank Umum. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement