Sabtu 20 Nov 2021 09:31 WIB

Penulis Skenario Bohemian Rhapsody Ajukan Gugatan Utang

Penulis skenario 'Bohemian Rhapsody' ajukan gugatan terkait utang pendapatan film.

Rep: Farah Noersativa/ Red: Nora Azizah
Gwilym Lee (kiri) dan Rami Malek dalam film Bohemian Rhapsody.
Foto: Alex Bailey/Twentieth Century Fox via AP
Gwilym Lee (kiri) dan Rami Malek dalam film Bohemian Rhapsody.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film fenomenal Bohemian Rhapsody yang dirilis pada 2018 lalu diduga memiliki utang pendapatan lebih dari 50 juta dolar AS (Rp 715 miliar). Angka itu merujuk pada gugatan baru yang diajukan oleh sang penulis skenario Anthony McCarten.

McCarten mengajukan gugatan pelanggaran kontrak terhadap produser film Graham King dan perusahaannya, GK Films. Menurut laman Ultimate Classic Rock, Sabtu (20/11), McCarten mengklaim dia membuat kesepakatan dengan King untuk menerima lima persen dari hasil bersih GK Films. 

Baca Juga

Namun, King menyerahkan kesepakatannya ke Fox, yang sekarang dimiliki oleh Disney. McCarten belum melihat uang yang dipinjam darinya.

McCarten dan pengacaranya mencari kerugian moneter dalam jumlah yang akan dibuktikan di pengadilan. Mereka juga mencari akuntansi penuh dari film yang meraup 216 juta dolar AS (Rp 3 triliun) di dalam negeri, dan 911 juta dolar AS (Rp 13 triliun) di seluruh dunia. Meskipun demikian, pernyataan akuntansi dari Twentieth Century Fox Film Corporation menunjukkan, film dengan bujet 52 juta dolar AS (Rp 743 miliar) itu bernilai 51 juta dolar AS (Rp 729 miliar). 

Gugatan setebal 50 halaman tersebut mengutip yang pertama dari tiga kesepakatan yang dibuat McCarten dengan perusahaan produksi WAGW, Inc pada 2015 lalu. Kesepakatan itu berbunyi, jumlah yang sama dengan lima persen dari 100 persen dari 'Penghasilan Bersih'.

Namun, Fox mengklaim McCarten hanya berutang uang melalui definisi 'Penghasilan Bersih yang Ditentukan', bukan definisi standar 'Penghasilan Bersih' dari GK Films. Itu sesuai dengan moodifikasi melalui negosiasi dengan itikad baik. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement