Sabtu 24 Apr 2021 12:58 WIB

Mudik Dilarang, Sri Mulyani Imbau Masyarakat Belanja Lebaran

Belanja Lebaran masyarakat diharap akan dongkrak ekonomi di kuartal kedua.

Rep: Novita Intan/ Red: Indira Rezkisari
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mengajak masyarakat yang tidak boleh mudik untuk tetap belanja Lebaran, tujuannya agar membantu menggerakkan perekonomian.
Foto: istimewa
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mengajak masyarakat yang tidak boleh mudik untuk tetap belanja Lebaran, tujuannya agar membantu menggerakkan perekonomian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memperpanjang pembatasan pergerakan masyarakat jelang Lebaran, melalui Adendum Surat Edaran No.13/2021 tentang peniadaan mudik. Meski begitu, belanja untuk menyambut hari raya diharapkan tetap ada.

Beleid tersebut berisi pelarangan mobilitas masyarakat menjadi 22 April sampai 24 Mei dari yang sebelumnya 6 Mei sampai 17 Mei. Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengimbau masyarakat agar berbelanja baju baru dan bingkisan Lebaran untuk menggerakkan ekonomi. Langkah ini untuk mendorong konsumsi rumah tangga, sehingga mampu mendongkrak ekonomi pada kuartal kedua 2021.

Baca Juga

“Ada bagusnya saat Lebaran beli baju baru supaya walaupun bertemu lewat Zoom, pakai baju baru sehingga muncul aktivitas konsumsi,” ujarnya saat konferensi pers APBN Kita secara virtual seperti dikutip Sabtu (24/4).

Sri meminta seluruh warga Indonesia tetap menyambut Lebaran dengan gembira walaupun tidak bisa mudik. Maka begitu, lonjakan penyebaran virus bisa diminimalisir.

Menurutnya pemerintah akan menggunakan berbagai instrumen secara kreatif untuk mendongkrak ekonomi, salah satu yang akan dilakukan memberikan subsidi ongkos kirim (ongkir) pada Hari Belanja Nasional (Harbolnas) mulai pada H-10 sampai H-6 Lebaran. "Harbolnas tujuannya agar meski tidak bertemu jadi ekspresi rasa syukur dan kebersamaan tetap bisa dilakukan. Anda tetap dapat mengirimkan bingkisan kepada orang-orang yang disayangi, dengan teknologi digital yang ada saat ini, ini memungkinkan, aktivitas konsumsi tetap terjadi, investasi tetap tumbuh,” ungkapnya.

Pemerintah tidak mau Indonesia seperti India yang tengah terjadi lonjakan kasus. Sri menuturkan kondisi di Tanah Air sangat bagus karena saat beberapa negara mengalami gelombang pandemi, Indonesia masih landai.

“Kita harus menjaga namun kita tidak berarti tidak bisa melakukan aktivitas. Namun dengan protokol kesehatan. Kalau mau belanja, ke mal, Anda bisa melakukannya dengan protokol kesehatan. Ini yang kita harapkan terjadi pada triwulan II, III, dan IV,” ucapnya.

Pemerintah juga telah menyiapkan Rp 30,6 triliun untuk membayarkan tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara. Sri Mulyani berharap konsumsi yang meningkat setiap tahun mendekati Lebaran tetap terjadi pada tahun ini meski masih ada pandemi dan larangan mudik.

“Investasi juga diperkirakan meningkat, sehingga mampu mendorong ekonomi pada kuartal kedua menuju zona positif. Ini semua resep untuk memulihkan ekonomi tanpa menyebabkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19," ucapnya.

Meski saat ini kasus Covid-19 di Indonesia terkendali, dia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada agar kejadian di India tak menimpa negara ini. India mencatatkan rekor kasus harian baru dunia mencapai 314 ribu kasus pada Kamis (22/4).

"Kalau sampai terjadi seperti di India, pasti aktivitas terpaksa dibatasi. Jika kasus harian mencapai 300 ribu, tidak ada pilihan lain karena ini pasti menimbulkan drama kemanusiaan," kata dia.

Sementara Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menambahkan pemerintah akan membayarkan THR PNS pada akhir April atau awal Mei. Hal ini diharapkan akan mendorong konsumsi rumah tangga.

"Untuk melengkapi kebijakan ini, pemerintah juga akan mendorong percepatan belanja sosial," ucapnya.

Pemerintah akan mempercepat pembayaran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Selain itu, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 500 miliar untuk subsidi ongkir dalam pelaksanaan Harbolnas pada Ramadan ini.

"Platform akan ikut bekerja sama untuk mengirimkan bingkisan sehingga bisa sampai di kerabat, handai taulan, teman sebelum Lebaran. Jadi walaupun tidak mudik, bisa tetap bagi-bagi bingkisan," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement