Rabu 15 Jul 2020 05:30 WIB

Mensos Wawancarai Langsung Kandidat Eselon I dan II

Akan dipilih sebanyak tiga calon Pejabat Pimpinan Tinggi Madya.

Menteri Sosial Juliari P. Batubara (kedua kanan) menyimak paparan para kandidat dalam proses rekrutmen pejabat struktural Eselon I dan II Kemensos,  di Jakarta (15/7).
Foto: Dok. Kem
Menteri Sosial Juliari P. Batubara (kedua kanan) menyimak paparan para kandidat dalam proses rekrutmen pejabat struktural Eselon I dan II Kemensos, di Jakarta (15/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Sosial Juliari P. Batubara turut mengawal proses rekrutmen pejabat struktural di tingkat Eselon I dan II. Juliari hadir bersama Tim Pansel yang  mewawancarai langsung para kandidat yang telah melewati tahap seleksi administrasi,  penulisan makalah dan uji kompetensi (assesmen).

Bersama tim, Juliari menyimak dan  melontarkan pertanyaan kritis, terkait beberapa bagian paparan yang disajikan peserta dan inovasi/pengembangan program yang akan dilakukan. Mensos mengikuti sesi wawancara selama 12 jam mulai jam 09.00 sampai 20.00.

“Pejabat di Eselon I dan II kan posisinya strategis ya. Saya merasa perlu hadir langsung menyimak proses wawancara  para kandidat. Dengan mendengarkan langsung penjelasan mereka, saya bisa menangkap sejauh mana pemahaman dan kecakapan mereka di posisi yang mereka incar,” kata Mensos mengungkapkan alasan keterlibatamnya dalam proses ini, (14/7).

Rekrutmen kali ini, kata dia dilakukan untuk mengisi kekosongan Pejabat Pimpinan Tinggi di lingkungan Kementerian Sosial. Kekosongan jabatan sebagian besar dikarenakan adanya pejabat yang sudah memasuki masa pensiun.

Mensos menyatakan, proses wawancara ini melibatkan beberapa pihak eksternal. “Hal ini untuk memastikan SDM yang menduduki jabatan adalah mereka yang benar-benar cakap dan memiliki target inovasi di bidang tugasnya. Selain itu juga untuk memastikan proses ini berjalan obyektif dan professional sesuai UU No 5 tahun 2014 tentang ASN, " kata dia.

Dalam pelaksanaan seleksi tersebut, Mensos dibantu Tim Panitia Seleksi (Pansel) yang diketuai Sekretaris Jenderal Hartono Laras. Anggota Pansel adalah Kepala Badan Kepegawaian Negara (BPN) Bima Haria Wibisana, Sekretaris Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi Dwi Wahyu Atmaji, Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Kabinet Farid Utomo, Irjen Kemensos Dadang Iskandar, Kepala Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial Syahabuddin, Asesor Manajemen ASN Armay dan Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Bapak R. Amin Raharjo.

Jabatan yang akan diisi terdiri dari  satu jabatan Pimpinan Tinggi Madya Staf Ahli Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial (Eselon I). Kemudian ada enam jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II). Enam jabatan tersebut yakni Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial, Direktur Pemberdayaan Sosial Perorangan, Keluarga dan Kelompok Masyakarat, Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA, Inspektur Bidang Penunjang, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Banjarmasin, dan Kepala Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual “Kartini” Temanggung.

Ketua Pansel yang juga Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono Laras menyatakan, wawancara para calon Pejabat Pimpinan Tinggi berlangsung dua hari pada 13 – 14 Juli 2020, di Kantor Kemensos Gedung Cawang Kencana, Jakarta. Pada Senin 13 Juli 2020 terdapat 19 peserta dan Selasa 14 Juli 2020 terdapat 15 

peserta. 

“Dalam proses wawancara tersebut hadir juga Asisten Komisioner Tony Sitorus yang bertindak sebagai observer dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),” kata Hartono.

Dari hasil seleksi wawancara sebagai tahap akhir tahapan seleksi terbuka, dipilih sebanyak tiga calon Pejabat Pimpinan Tinggi Madya yang akan disampaikan oleh Mensos kepada Presiden melalui Tim Penilai Akhir (TPA) untuk ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. 

“Sedangkan untuk Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dari 3 (tiga) kandidat tersebut akan dipilih dan ditetapkan 1 (satu) orang oleh Menteri Sosial dengan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan KASN guna mendapatkan rekomedasi atas jalannya proses Seleksi Terbuka tersebut,” kata dia.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement