Rabu 24 Jun 2020 18:31 WIB

Muhammadiyah: Sholat Idul Adha di Lapangan Terapkan Protokol

Muhammadiyah menekankan protokol kesehatan sholat Idul Adha di lapangan.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Muhammadiyah menekankan protokol kesehatan sholat Idul Adha di lapangan.  Logo Muhammadiyah.
Foto: Antara
Muhammadiyah menekankan protokol kesehatan sholat Idul Adha di lapangan. Logo Muhammadiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan protokol pelaksanaan sholat Idul Adha. 

Protokol ini disampaikan bersamaan dengan tuntunan ibadah puasa Arafah, Idul Adha, kurban dan protokol ibadah kurban pada masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca Juga

"Kalau ditanya lebih baik sholat Idul Adha di mana? Jawabnya yang pertama tentu saja kalau bisa di rumah karena kondisinya belum aman," kata Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Samsudin, saat konferensi pers daring bertema 'Tuntunan Ibadah Sholat Idul Adha' pada Rabu (24/6).

Agus mengatakan, tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang ingin sekali sholat Idul Adha, tetap harus mengikuti protokol kesehatan. Tapi warga Muhammadiyah sangat didorong melaksanakan sholat Idul Adha di rumah bersama keluarga.

Untuk daerah yang dinyatakan aman atau zona hijau oleh pemerintah dan disepakati menyelenggarakan jamaah sholat Idul Adha di luar rumah, pelaksanaan sholat Idul Adha tidak dipusatkan di satu tempat. 

Sholat Idul Adha dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan dikoordinasikan dengan panitia Idul Adha atau pimpinan persyarikatan Muhammadiyah. 

"Bila diperlukan, majelis tabligh bertanggung jawab menyiapkan naskah khotbah atau mubalig yang bertugas sebagai imam dan khatib," ujarnya.  

Agus menambahkan, pelaksanaan sholat Idul Adha tetap merujuk pada tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pelaksanaannya di lapangan kecil dan terbatas dengan tetap menggunakan protokol kesehatan pelaksanaan sholat berjamaah sesuai edaran yang telah diterbitkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebelumnya.  

Pelaksanaan takbiran dilakukan di rumah, masjid atau mushola dan tidak diperkenankan menyelenggarakan acara takbir keliling. Selain itu tidak melakukan perjalanan ke luar kota termasuk mudik dalam rangka Idul Adha.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menyampaikan bahwa 1 Zulhijah 1441 H jatuh pada 22 Juli 2020. Hari Arafah pada 9 Zulhijah 1441 H jatuh pada 30 Juli 2020. Kemudian Idul Adha pada 10 Zulhijah 1441 H jatuh pada 31 Juli 2020. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement