Selasa 09 Jun 2020 18:24 WIB

Ekonomi Indonesia Capai Titik Terendah Bulan Lalu

Hampir seluruh sektor usaha menunjukkan pertumbuhan kontraksi kecuali supermarket.

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Nidia Zuraya
Pertumbuhan ekonomi
Foto: Tim infografis Republika
Pertumbuhan ekonomi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Anggota Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Raden Pardede menyebutkan, ekonomi Indonesia sudah mencapai titik terendah atau hit the bottom pada Mei. Diharapkan, ketika aktivitas secara bertahap mulai dibuka pada bulan ini, ekonomi bisa kembali tumbuh.

Raden menyebutkan, titik terendah ekonomi Indonesia terlihat dari Purchasing Managers Index (PMI) sektor manufaktur pada April yang mencapai 27,5. PMI ini menjadi terendah sejak survei dimulai pada 2011 silam.

Baca Juga

Selain itu, consumer confidence index sampai April drop, begitupun dengan ritel. "Jadi, boleh disimpulkan sementara, Mei kita sudah di dasar, hit the bottom," tutur Raden dalam diskusi online, Selasa (9/6).

Indikator dini data penjualan berbagai sektor yang dilihat dari transaksi big-data perbankan pun memperlihatkan tren serupa. Raden mencatat, industri penerbangan atau airline tumbuh negatif 49 persen selama periode Januari-Mei 2020 dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Khusus untuk Mei saja, penjualannya kontraksi 87 persen dibandingkan Mei 2019. Hampir seluruh sektor menunjukkan pertumbuhan kontraksi kecuali supermarket yang masih tumbuh 10 persen selama periode Januari-Mei 2020 (year on year).

Penjualan di sebagian besar daerah juga mengalami kontraksi. Pertumbuhan paling dalam terutama terjadi di Jakarta dan Jawa Timur yang masing-masing menyusut 29 persen dan 16 persen pada Januari-Mei 2020 dibandingkan tahun lalu.

"Dari data data ini sudah jelas, ekonomi kita Mei telah hit the bottom. Kita sudah di bawah dalam negatif growth," kata Raden. 

Pada bulan ini, pemerintah memutuskan memulai membuka kegiatan ekonomi secara bertahap. Raden berharap, kebijakan ini mampu menggerakkan perekonomian. Di sisi lain, pemerintah tetap memberikan stimulus untuk memastikan efektivitas pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit hingga bantuan sosial.

Perbaikan pada sejumlah aspek kini mulai terlihat, terutama di pasar keuangan. Raden mengatakan, stock index yang sempat turun kini mulai naik.

Demikian juga dengan nilai tukar yang semula drop, akhir-akhir ini menguat menjadi di bawah Rp 14 ribu. "Yield dari government bond juga turun. Ini menunjukkan, tren di pasar finansial terjadi perbaikan secara cepat," ucapnya

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement