Ahad 07 Jun 2020 22:55 WIB

Jember Fasilitasi 50 Ribu Tes Covid-19 untuk Santri Gratis

Jember juga memfasilitasi kendaraan untuk para santri kembali ke pesantren.

Jember juga memfasilitasi kendaraan untuk para santri kembali ke pesantren. Ilustrasi santri jalani protokol Covid-19.
Foto: ANTARA/Aji Styawan
Jember juga memfasilitasi kendaraan untuk para santri kembali ke pesantren. Ilustrasi santri jalani protokol Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER— Pemerintah Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 daerah itu menyiapkan sebanyak 50 ribu tes cepat Covid-19 untuk santri yang tersebar di 600 lebih pondok pesantren (ponpes) di wilayah setempat sebelum santri tersebut masuk pesantren untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Pemeriksaan kesehatan kepada santri bagian dari protokol kesehatan di pesantren untuk menghadapi kembalinya para santri," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, Gatot Triyono, di Jember, Ahad (7/6). 

Baca Juga

Menurut dia pemeriksaan tes cepat Covid-19 akan dilaksanakan untuk santri dari Jember maupun dari luar Jember, sehingga Pemkab Jember pun menyiapkan kendaraan untuk mengantar santri sampai di tujuan dan santri tidak boleh menggunakan angkutan umum.

"Santri dari Jember yang akan kembali ke pondok di luar Jember juga harus menjalani tes cepat Covid-19, agar saat tiba di pondok pesantren sudah bisa dipastikan aman dari paparan virus corona," katanya. 

Sementara itu Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading di Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember menjadi pondok yang pertama mendapatkan pelayanan tes cepat Covid-19 secara gratis dari Pemkab Jember.

Camat Bangsalsari Murtadlo mengatakan sebanyak 1.200 santri Bustanul Ulum mengikuti pemeriksaan tes cepat sebelum masuk ke kamar masing-masing dan wali murid santri yang mengantar tidak boleh masuk ke pesantren.

"Tes cepat Covid-19 juga dilakukan kepada pengasuh, keluarga pengasuh, serta para guru yang berjumlah 125 orang. Bahkan saat santri datang, seluruh barang dikumpulkan jadi satu dan disemprot disinfektan," katanya.

Jika hasil tes cepat santri nonreaktif, maka santri bisa masuk ke kamar masing-masing, namun apabila reaktif langsung dikirim ke rumah sakit untuk menjalani isolasi.

"Untuk memastikan dilakukan menjaga jarakkfisik, semua kamar santri diperiksa. Dulunya satu kamar ditempati 15 santri, kini harus diisi enam santri saja," katanya.

Sementara itu, Dewan Pengasuh Ponpes Bustanul Ulum, Muhammad Nurul Abror, mengatakan tes cepat sangat penting di situasi pandemi Covid-19 dan sebelum adanya tes cepat gratis dari Pemkab Jember, ponpes telah memberlakukan protokol kesehatan.

"Tes cepat itu sangat membantu pihak pesantren untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan pesantren sebelumnya juga telah mengimbau santri untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti cuci tangan, bermasker, dan menerapkan social dan 'physical distancing'," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement