Rabu 06 May 2020 09:51 WIB

Pasar Berhati-hati, IHSG Bergerak Variatif

Perhatian investor tertuju pada data pertumbuhan ekonomi.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di teritori positif pada perdagangan pagi ini, Rabu (6/5). Indeks saham melanjutkan penguatannya sebesar 0,27 persen ke level 4.642,84. Sebelumnya, IHSG sempat jatuh ke zona merah di posisi 4.619,22.
Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di teritori positif pada perdagangan pagi ini, Rabu (6/5). Indeks saham melanjutkan penguatannya sebesar 0,27 persen ke level 4.642,84. Sebelumnya, IHSG sempat jatuh ke zona merah di posisi 4.619,22.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di teritori positif pada perdagangan pagi ini, Rabu (6/5). Indeks saham melanjutkan penguatannya sebesar 0,27 persen ke level 4.642,84. Sebelumnya, IHSG sempat jatuh ke zona merah di posisi 4.619,22.

Pergerakan pasar saham hari ini masih akan mendapat pengaruh dari pelonggaran lockdown di sejumlah negara. "Kurva penyebaran menjenuh diseluruh dunia menjadi faktor utama optimisme ekuitas global," kata Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi melihat, Rabu (6/5).

Baca Juga

Dari dalam negeri, menurut Lanjar, perhatian investor tertuju pada data pertumbuhan ekonomi. Di kuartal pertama tahun ini, pertumbuhan ekonomi turun sebesar 2,41 persen. Sedangkan secara tahunan, penurunannya yaitu sebesar 2,97 persen. 

Lanjar melihat, hal inilah yang menjadi alasan investor untuk lebih berhati-hati. Investor akan membuat pergerakan IHSG cenderung menahan penguatan disaat ekuitas global dan indeks future optimistis.

Sementara itu, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher, melihat penguatan indeks saham domestik tidak akan berlangsung lama. "Penguatan ini adalah technical rebound dan bersifat sementara," kata Dennies.

Dennies pun memprediksi IHSG akan melemah pada hari ini. IHSG akan dipengaruhi sentimen global terutama karena masih banyak ketidakpastian penyebaran Covid-19. Selain itu investor akan menantikan beberapa data perekonomian global yang akan segera dirilis. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement