Selasa 05 May 2020 17:17 WIB

Bill Gates Kesal Sistem Tes Virus Corona di AS Tak Sebagus di Asia

Di Asia, kualitas tes dan contact tracing sangat jauh di depan dibanding AS.

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Bill Gates Kesal Sistem Tes Virus Corona di AS Tak Sebagus di Asia. (FOTO: Bankrate)
Bill Gates Kesal Sistem Tes Virus Corona di AS Tak Sebagus di Asia. (FOTO: Bankrate)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Miliarder filantropi yang juga pendiri Microsoft, Bill Gates mengkritik keras tes virus corona di negaranya, Amerika Serikat (AS). Bukan karena tesnya tak membantu tapi karena sistem tes yang diterapkan tak sebaik di Asia. Malah Gates menyebut kalah jauh dari beberapa negara di Asia.

Hal tersebut disampaikan oleh Bill Gates saat berbicara di program CNN Town Hall.

"Di Asia, kualitas tes dan contact tracing sangat jauh di depan dibanding AS," kata Gates.

Baca Juga: Kata Bill Gates, Vaksin Corona Mungkin Tidak Sempurna! Lho Kok Gitu?

Gates mengatakan pemerintah AS mungkin terus meningkatkan kapasitas tes virus corona setiap harinya. Tapi angka tersebut tidak merefleksikan kenyataan sebenarnya di masyarakat, terutama di komunitas berpenghasilan rendah.

Gates menganalisa mundurnya sistem tes virus corona di AS lantaran dua alasan. Dilansir dari Inc di Jakarta, Selasa (5/5/2020) pertama karena sistem yang tidak merata dan tidak memprioritaskan golongan yang lebih rawan.

Suami dari Melinda Gates ini menjelaskan bahwa ada beberapa kasus di mana seseorang pernah dites hingga berkali-kali karena pekerjaannya. Tapi di sisi lain ada komunitas marjinal yang malah tidak mendapatkan akses terhadap tes COVID-19.

"Jika kalian orang dengan penghasilan tinggi, kalian bisa dites banyak kali, jika kalian berpenghasilan rendah, kemungkinan kalian tidak bisa mendapatkan tes sama sekali," ucap Gates.

Sementara alasan kedua yakni lamanya  durasi untuk mengetahui hasil tes yang bisa memakan waktu lebih dari 24 jam. Jika hasil tes membutuhkan 3-4 hari untuk dikeluarkan, Gates mengatakan orang yang telah dites pun tetap bisa menyebarkan virus tanpa diketahui.

"Apa gunanya? Apa kalian cukup menulis catatan minta maaf kepada orang yang kalian temui selama tiga hari terakhir?" ujar pendiri Microsoft ini.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement