Jumat 17 Nov 2017 08:00 WIB

Islam dan Pertarungan Persepsi

Imam Besar Islamic Culture Center of New York, asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, Shamsi Ali
Foto: ROL/Fakhtar Khairon Lubis
Imam Besar Islamic Culture Center of New York, asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, Shamsi Ali

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Imam Shamsi Ali *)

Tak disangkal lagi jika dunia kita sekarang mengalami pengecilan. Dengan kata lain dari hari ke hari dunia ini menjadi semakin sempit. Serasa jika semua manusia hidup dalam sebuah rumah bersama.

Mengecilnya dunia kita ini tidak lepas dari  kemajuan teknologi dan kecepatan lintas informasi yang begitu dahsyat. Apa yang terjadi di sebuah kampung terpencil di sebuah negara dengan mudah dan cepat diketahui oleh orang lain di kampung atau kota lain nun jauh di seberang sana.

Suasana seperti ini menyadarkan kita tentang perang persepsi yang sedang terjadi dan bagaimana Islam kerap kali menjadi korban. Penyebaran informasi menjadikan pula Islam tersebar begitu dahsyat dan cepat, menembus penjuru-penjuru semesta.

Sayang karena keterbatasan umat dalam penguasaan alat informasi (media) maka galibnya informasi yang berkembang di dunia barat tentang Islam adalah pandangan negatif. Yang tersebar cepat wajah distorsi (distorted face) dari dari agama ini.

Kenyataan inilah menyadarkan kita akan tanggung jawab besar untuk melakukan jihad informasi. Bahwa saat ini umat dituntut untuk mengambil bagian dalam peperangan persepsi yang sedang terjadi.

Sadar bahwa wajah Islam di dunia barat dan Amerika khususnya banyak ditentukan oleh siapa yang memenangkan peperangan ini. Oleh karenanya, umat ini harus bangkit untuk memenangkan pertarungan dalam pembentukan persepsi Islam saat ini telah banyak terdistorsi di seluruh pelosok-pelosok dunia.

Tantangan dakwah global

Kenyataan dunia seperti yang digambarkan di atas, juga menyadarkan kita bahwa Islam dengan sendirinya menjadi agama dengan perkembangan global terpesat. Karena eksposur Islam ke dunia barat, baik secara negatif, apalagi positif menjadikannya agama yang paling diminati. Pertemuan antara daya tarik Islam dan keinginan tahu warga (curiosity) orang-orang Amerika menjadikan pertumbuhan Islam semakin tidak tertahankan.

Kenyataan ini pulalah yang menjadi pendorong utama bagi Nusantara Foundation bersama-sama dengan seluruh elemen warga Indonesia, baik di dalam negeri maupun di manca negara menginisiasi berdirinya pondok pesantren pertama di Amerika Serikat.

Connecting US - Indonesia

Berdirinya pesantren di Amerika ini menjadi sebuah terobosan besar sekaligus kontribusi nyata Indonesia bagi pengembangan Islam dunia, khususnya di Amerika. Penekanan kontribusi Indonesia ini penting karena Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Disadari atau tidak, Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk meluruskan kesalah pahaman yang berkembang tentang Islam di dunia barat dan Amerika khususnya.

Dalam hal ini Indonesia memiliki kredibilitas tinggi untuk tugas itu. Karena Muslim Indonesia diakui oleh dunia  dengan karakter yang khas. Yaitu karakter yang ramah, bersahabat, rendah hati, damai serta komitmen membangun dialog dan kerjasama.

Sementara Amerika dengan segala ketidak sempurnaannya, adalah negara hebat. Kekuatan Amerika dalam segala hal, ekonomi, militer, institusi politik dan demokrasi, menjadikan perkembangan Islam di negara ini menjadi sangat strategis. Bahwa dengan pertumbuhan umat Islam, tidak saja secara kwantitas, tapi kwalitas menjadikan Islam di Amerika akan ikut menentukan wajah dunia ke depan.

Insya Allah melalui pesantren ini kita akan menampilkan Islam yang berkatakter rahmatan lil-alamin. Islam yang dirindukan oleh dunia kita saat ini. Islam yang akan ikut mengambil bahagian dalam menjawab tantangan-tantangan dunia global.

Harapan dan ajakan

Proyek ini adalah mimpi. Mimpi besar yang nampaknya di mata sebagian orang hampir sebuah kemustahilan. Akan tetapi mimpi bagi orang yang beriman mimpi itu bukan bunga-bunga tidur. Mimpi orang beriman itu justeru di saat terjaga, dan karenanya sebuah kenyataan.

Oleh karenanya saya mengajak semuanya untuk ikut mewujudkan mimpi ini. Pandanglah mimpi ini dengan senyuman. Karena dengan iman tidak ada kata mustahil. Insya Allah bersama kita wujudkan mimpi ini.

Ambillah bahagian dalam goresan sejarah ini. Bukan jumlah yang utama. Tapi komitmen dan keikhlasan. Donasi melalui: https://kitabisa.com/PesantrenAmerika

Semoga Allah memudahkan dan menerima amal kebajikan semuanya. Amin ya Rabbal alamin!

Dubai-NYC, 15 Nopember 2017

* Presiden Nusantaa Foundation New York.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement