Jumat 08 Aug 2014 05:15 WIB

Pemerintah Aceh Tangani Pencemaran Mercuri Sungai Teunom

Pencemaran Sungai (ilustrasi)
Foto: Koran Nusantara
Pencemaran Sungai (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Sejumlah instansi terkait Pemerintah Aceh akan menangani kasus pencemaran logam berat, yakni Mercuri (Hg) dan Sianida, di daerah aliran sungai di Kecamatan Teunom dan Pasie Raya Kabupaten Aceh Jaya.

"Gubernur sudah memerintahkan sejumlah instansi terkait untuk segera menangani kasus pencemaran di DAS Krueng Teunom. Saat ini sedang dilakukan pengeboran dan pipanisasi sepanjang 2,5 kilometer," kata Sekda Aceh Dermawan di Banda Aceh, Kamis.

Selain itu juga telah dikerahkan satu unit mobil tangki, satu unit truk serbaguna dan mengirim lima unit bak penampung besar ke Teunom.

Sebelumnya, masyarakat sepanjang DAS di Kecamatan Mane (Pidie) hingga Teunom resah setelah ikan-ikan mati akibat pencemaran sungai yang diduga dampak dari tambang emas yang dilakukan masyarakat.

Sekda juga menjelaskan langkah kongkret adalah untuk menangani krisis air bersih sebab kebutuhan yang sangat mendesak dan jangka panjang bagi warga yang tinggal sepanjang aliran Krueng Teunom yakni sumber air bersih.

Tidak hanya itu, tim lapangan juga sudah turut dikirim ke lokasi untuk meneliti secara detail, kongkret dan akurat. Tim tersebut, ujar Dermawan, melibatkan Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, BPBA Aceh, Dinas Kehutanan , serta Bapedal Aceh.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan dan RSUZA Banda Aceh, juga akan mengirim tim medis yang terdiri dari sejumlah dokter spesialis untuk "berkantor" disana.

Para dokter tersebut akan dikirim pada 9 Agustus 2014. Mereka akan berkoordinasi dengan Pemkab Aceh Jaya untuk memeriksa kesehatan dan mengobati warga.

"Tim medis yang ditempatkan itu untuk pemeriksaan awal dan melakukan tindakan darurat. Inti dari semua itu adalah agar masyarakat terbantu terutama warga di kawasan DAS tersebut," katanya menjelaskan.

Sesuai arahan gubernur, Sekda menjelaskan Pemerintah Aceh akan berkoordinasi dengan Pemkab Aceh Jaya untuk terus memantau kondisi lingkungan setempat dan menghindari dampak meluas bagi kesehatan masyarakat.

"Langkah berkelanjutan tetap menjadi prioritas sampai pencemaran lingkungan tertangani dengan baik dan air sungai itu bisa dikonsumsi kembali oleh masyarakat," kata Sekda Dermawan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement