Rabu 07 Feb 2024 08:37 WIB

Tangani Stunting, Cirebon Gelar Gerakan Pangan Murah 

Bantuan sembako disalurkan juga kepada para lansia, kaum dhuafa dan anak yatim

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Arie Lukihardianti
ilustrasi gerakan pangan murah
Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
ilustrasi gerakan pangan murah

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Jajaran Polresta Cirebon menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai Desa Jatipancur, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Selasa (6/2/2024). Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tersebut juga menghadirkan pelayanan Samsat Keliling pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Melalui kerja sama dengan Pemkab Cirebon, dalam GPM itu Polresta Cirebon menyediakan beragam bahan kebutuhan pokok penting (bapokting) yang dijual di bawah harga pasar. Dari mulai beras, tepung, telur, ayam, daging sapi, gula, cabai, bawang, minyak goreng, dan lainnya. 

Baca Juga

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, juga menyalurkan bantuan sembako kepada para lansia, kaum dhuafa dan anak yatim sebanyak 50 orang. Penyaluran bantuan itu merupakan bentuk kepedulian kepada warga sehingga dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Sumarni mengatakan, kegiatan kali ini sebagai upaya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok dan penting melalui penyedian bahan dengan harga terjangkau sebagai antisipasi lonjakan harga sekaligus pengendalian inflasi.

‘’Kami juga membagikan bantuan paket makanan sehat kepada balita sebagai upaya penanganan stunting dalam rangka mencegah dan menekan angka kasusnya. Sehingga kegiatan ini menjadi bagian untuk mendukung dan menyukseskan program zero stunting di Kabupaten Cirebon,’’ kata Sumarni.

Sumarni mengatakan, pelayanan Samsat Keliling juga dilaksanakan untuk memudahkan masyarakat serta meningkatkan mutu pelayanan publik, khususnya dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Sehingga memberikan efektifitas dan kecepatan dalam proses administratif.

‘’Dalam kesempatan ini, kami juga ingin mendekatkan diri kepada masyarakat, dan membantu untuk menyediakan pangan murah yang terjangkau oleh masyarakat. Kami berpesan untuk menekan angka stunting yang angkanya masih tinggi. Bagi ibu-ibu yang sedang hamil, jaga asupan gizinya,’’ kata Sumarni.

Sumarni pun mengingatkan bahwa tidak lama lagi akan memasuki hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024. Dia berpesan agar masyarakat jangan golput. Pihaknya berharap, masyarakat harus menggunakan hak pilihnya pada momen Pemilu 2024 tanpa ada Intervensi dari pihak manapun.

‘’Kami juga baru meluncurkan program Curhat Langsung Bunda Kapolresta Cirebon (CLBK) melalui nomor 08112274110 bagi masyarakat yang akan mengadukan permasalahan kamtibmas di lingkungan sekitarnyat dan membutuhkan bantuan segera dapat menghubungi Call Center Polresta Cirebon 110,’’ Sumarni. 

 

Advertisement

Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
  • Stunting masih menjadi program pemerintah. Karena persoalan stunting akan berdampak pada kualitas generasi yang akan datang. Persoalan stunting sebenarnya berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat termasuk ibu hamil dan anak-anak. Padahal Indonesia adalah negeri agraris dan wilayah Cirebon Raya adalah salah satu lumbung pangan yang seharusnya pemenuhan kebutuhan pangan tidak menjadi persoalan. Ditambah hasil laut, perkebunan dan peternakan sangat potensial untuk memenuhi gizi masyarakat dan mengatasi stunting. Namun ketika kapitalisme demokrasi mengatur perekonomian maka ketamakan dan kesenjangan yang terjadi, masyarakat semakin sulit menjangkau dan memenuhi kebutuhan pokok sekalipun. Dan peran negara semakin minim dalam kewajiban memenuhi kebutuhan pokok rakyat. Padahal Allah akan meminta pertanggung jawaban penguasa terhadap setiap pengurusan rakyatnya.
    1 Bulan lalu
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement