Rabu 12 Jul 2023 18:32 WIB

Doa Agar Allah SWT Menjaga Mata dan Telinga Kita dari Sakit Medis atau Non-Medis

Mata dan telinga termasuk indra yang rawan terserang penyakit

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah
Seorang dokter memeriksa mata pasien (ilustrasi). Mata dan telinga termasuk indra yang rawan terserang penyakit
Foto: EPA-EFE/ALEX PLAVEVSKI
Seorang dokter memeriksa mata pasien (ilustrasi). Mata dan telinga termasuk indra yang rawan terserang penyakit

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA— Mata dan telinga merupakan dua alat indra yang sangat penting bagi manusia. Dengan mata yang sehat dan berfungsi berfungsi normal seseorang bisa melihat, dan dengan telinga yang sehat seseorang bisa mendengar. 

Dengan pendengaran dan penglihatan, seorang Muslim dapat merasakan begitu nikmatnya melihat ayat-ayat Alquran, mendengarkan lantunan Alquran, dan lainnya. Kenikmatan memiliki pendengaran dan penglihatan wajib disyukuri setiap Muslim.  

Baca Juga

Sebab jika mau menengok, banyak orang-orang yang harus menjalani hari-harinya dengan keterbatasan akan indra penglihatan dan pendengaran. 

Ada juga sebagian orang yang harus mengeluarkan uang ratusan juta untuk mengobati penyakit atau gangguan pada mata dan telinganya. 

Dan tak sedikit orang-orang yang hilang pendengaran dan penglihatannya memasuki masa tua. Namun demikian banyak orang yang tidak sadar untuk mensyukuri nikmat tersebut.

Bentuk syukur terhadap nikmat indra pendengaran dan penglihatan adalah dengan menggunakan kedua indra itu untuk mendekatkan pada perkara amal kebaikan dan menghindarkan dua indra itu pada perkara keburukan yang melahirkan dosa. 

Seperti menggunakan mata dan telinga untuk melihat dan membaca serta mendengarkan ayat Alquran, mentafakuri alam semesta, mendengar kumandang adzan dan dzikir, melihat perilaku-perilaku orang alim dan saleh, mendengar petuah para ulama, menyaksikan perbuatan-perbuatan baik sesama Muslim.  

Atau memalingkan pandangan dari tontonan-tontonan yang mengundang syahwat dan maksiat, menghindarkan pendengaran dari pembicaraan-pembicaraan gibah, hasud, fitnah, menjauhkan pendengaran dari sifat menguping dan mencari kesalahan dan keburukan orang lain.

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya sebuah doa agar pendengaran dan penglihatannya selalu memberi manfaat kebaikan dan dapat berfungsi dengan baik hingga akhir hayat. Berikut doanya. 

 

اللَّهُمَّ مَتِّعْنِي بِسَمْعِي وَبَصَرِي وَاجْعَلْهُمَا الْوَارِثَ مِنِّي وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ يَظْلِمُنِي وَخُذْ مِنْهُ بِثَأْرِي

 

Allahumma matti'niy bisam'iy wa bashoriy waj'alhumal waaritsa minny wanshurniy 'ala man yadzlimuniy wa khudz minhu bitsariy

Baca juga: Ketika Kabah Berlumuran Darah Manusia, Mayat di Sumur Zamzam, dan Haji Terhenti 10 Tahun

 

Artinya: “Ya Allah, berilah aku manfaat dari pendengaranku dan penglihatanku, jadikanlah keduanya sebagai waris dariku (tetap sehat sampai aku meninggal). Dan tolonglah aku atas orang-orang yang mendzalimiku dan balaskanlah kepadanya.”  

 

Doa ini sebagaimana dinukilkan dari hadits Nabi Muhammad SAW: 

 

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا جَابِرُ بْنُ نُوحٍ قَالَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو فَيَقُولُ اللَّهُمَّ مَتِّعْنِي بِسَمْعِي وَبَصَرِي وَاجْعَلْهُمَا الْوَارِثَ مِنِّي وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ يَظْلِمُنِي وَخُذْ مِنْهُ بِثَأْرِي قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْه

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Musa, telah mengabarkan kepada kami Jabir bin Nuh dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin 'Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah ﷺ pernah berdoa dengan membaca, "Allahumma matti'niy bisam'iy wa bashoriy waj'alhumal waaritsa minny wanshurniy 'ala man yadzlimuniy wa khudz minhu bitsariy." Abu Isa berkata, "Hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur ini.” (HR Tirmidzi).

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement