Jumat 23 Jun 2023 06:28 WIB

AirNav Indonesia Tebar Bibit Ikan Lestarikan Waduk Jatiluhur

Keberadaan ekosistem yang sehat di Waduk Jatiluhur dirasa penting.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Direktur Utama AirNav Indonesia, Polana B Pramesti (kiri) saat launching Komite TJSL Perum LPPNPI.
Foto: dok. Republika
Direktur Utama AirNav Indonesia, Polana B Pramesti (kiri) saat launching Komite TJSL Perum LPPNPI.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) tak hanya memiliki tanggung jawab untuk memberikan layanan navigasi penerbangan di ruang udara Indonesia. Namun, turut peduli juga terhadap kelestarian lingkungan.

Direktur Utama AirNav Indonesia Polana B Pramesti mengatakan, salah satu wujud nyata yang dilakukan perusahaan dikenal AirNav Indonesia ini adalah dengan kegiatan penebaran bibit ikan mas di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

 

photo
Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Direktur Utama PJT II Jatiluhur, U Saefudin Noor, saat meninjau kawasan wisata Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. (dok. Republika)

 

"Kontribusi yang AirNav berikan melalui pelestarian Waduk Jatiluhur diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan, dengan melestarikan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna," ujar Polana dalam keterangannya, Kamis (22/6/2023).

Menurut Polana, keberadaan ekosistem yang sehat di Waduk Jatiluhur dirasa penting untuk menjaga keberlanjutan alam dan keseimbangan ekologi.

"Program ini bisa menjadi wadah edukasi serta membentuk kesadaran warga setempat terkait pentingnya kita sama-sama menjaga pelestarian lingkungan," katanya.

Polana menjelaskan, pihaknya melakukan penebaran bibit ikan mas bertujuan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem perairan di Waduk Jatiluhur.

"Dengan adanya penebaran bibit ikan, diharapkan populasi ikan mas dapat bertambah dan menjaga keseimbangan ekosistem air," katanya.

Tidak hanya itu, kata Polana, penanaman pohon produktif di sekitar Waduk Jatiluhur juga menjadi salah satu solusi konservasi sumber daya dan penghijauan.

"Seluruh hasil alam ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan," katanya.

AirNav Indonesia, kata dia, sesuai dengan instruksi Kementerian BUMN yang menuntut setiap perusahaan BUMN tidak hanya dapat agile, efektif, dan efisien, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial kemasyarakatan dengan berlandaskan pada SDG (Sustainability Development Goal) dan ESG (Environment, Social and Governance) melalui tiga Program utama yaitu, lingkungan, pendidikan dan pengembangan UMK (Usaha Menengah Kecil).

Menurutnya, AirNav Indonesia turut mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui pembentukan Komite TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan).

Hal ini sesuai dengan mandat dan arahan dari Kementerian BUMN yang diatur dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-6/MBU/09/2022 tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement