Rabu 08 Mar 2023 19:46 WIB

Sawah Tergenang Banjir, KTNA Kandanghaur Indramayu Minta Bantuan Pupuk

Ratusan hektare padi di Kandanghaur, Indramayu, dilaporkan mati akibat banjir.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Area tanaman padi tergenang banjir.
Foto: Dedhez Anggara/ANTARA
(ILUSTRASI) Area tanaman padi tergenang banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU — Ratusan hektare tanaman padi di wilayah Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dilaporkan mati akibat beberapa hari tergenang banjir. Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kandanghaur meminta bantuan pupuk bagi petani terdampak banjir yang mesti tanam ulang padi.

Ketua KTNA Kecamatan Kandanghaur, Waryono, mengatakan, area tanaman padi yang mati terendam banjir itu tersebar di Desa Kertawinangun sekitar 100 hektare, Desa Soge 50 hektare, dan di wilayah Parean Girang sekitar 170 hektare. “Tanaman itu mati setelah terendam banjir selama tujuh hari,” kata Waryono, Rabu (8/3/2023).

Waryono menjelaskan, banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan pada akhir Februari 2023 dan meluapnya air sungai. Luapan air sungai itu membanjiri area persawahan.

Menurut Waryono, genangan banjir di area tanaman padi saat itu sulit surut lantaran pada waktu bersamaan terjadi gelombang pasang di laut. Kondisi itu membuat genangan air di sawah sulit mengalir.

Saat ini, Waryono mengatakan, genangan air banjir di area tanaman padi sejumlah desa itu memang sudah surut. Namun, tanaman padinya tidak bisa terselamatkan. “Petaninya terpaksa harus tanam ulang. Sekarang sudah mulai tebar (menebar benih) lagi,” katanya.

Menurut Waryono, tanaman padi yang mati tergenang banjir itu rata-rata berumur 35-40 hari. Tanaman tersebut sudah diberi pupuk. Karena itu, selain harus tanam ulang, kata dia, para petani terdampak juga harus melakukan pemupukan kembali.

Padahal, Waryono mengatakan, jatah pupuk subsidi sudah terpakai untuk pemupukan pertama. “Petani pada bingung. Semestinya pemerintah memberikan bantuan pupuk untuk petani yang tanamannya mati,” kata Waryono.

Menurut Wakil Ketua KTNA Kabupaten Indramayu, Sutatang, selain di Kecamatan Kandanghaur, tanaman padi yang sempat terendam banjir juga tersebar di wilayah Kecamatan Losarang, Sliyeg, Widasari, Balongan, dan Krangkeng. “Tanaman padi itu sudah memasuki pemupukan pertama,” kata Sutatang. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement