Selasa 30 Aug 2022 23:20 WIB

Batang Pastikan Harga Telur Stabil Setelah Penyaluran BPNT Selesai

Penyaluran bantuan pangan nontunai dan PKH menjadi salah satu bagian pemicu.

Batang Pastikan Harga Telur Stabil Setelah Penyaluran BPNT Selesai (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Arnas Padda
Batang Pastikan Harga Telur Stabil Setelah Penyaluran BPNT Selesai (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,BATANG -- Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memastikan harga telur akan kembali stabil setelah kegiatan penyaluran Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) pada pekan ini selesai.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Joko Tetuko di Batang, Selasa, mengatakan bahwa program BPNT dan PKH secaraserentak karena banyak membutuhkan telur sehingga hal itu memengaruhi terjadinya kenaikan harga komoditas tersebut di pasaran.

Baca Juga

"Ya, program BPNT ini selalu membutuhkan telur, apalagi secara serentak sehingga otomatis harga komoditas itu akan naik harganya karena mengikuti mekanisme pasar," katanya.

Menurut dia, penyaluran bantuan pangan nontunai dan PKH menjadi salah satu bagian pemicu melonjaknya harga telur di pasaran.

Program BPNT dan PKH, kata dia, akan selesai pekan ini sehingga diperkirakan harga telur sudah kembali normal sesuai dengan harapan Menteri Perdagangan RI.

Kenaikan harga telur di pasaran, kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang Subiyanto, dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kondisi cuaca, kenaikan harga pakan ayam, dan adanya penyaluran program BPNT.

Meski demikian, pihaknya memastikan stok telur ayam masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat hingga beberapa hari ke depan.

"Masyarakat tidak perlu khawatir adanya kelangkaan telur ayam di pasaran karena kami pastikan stoknya masih mencukupi kebutuhan warga hingga beberapa hari ke depan," katanya.

Subiyanto menyebutkan stok telur ayam di seluruh pasar tradisional masih mencapai 21 ton sehingga masih mampu mencukupi kebutuhan warga.

"Saat ini, harga telur sekitar Rp31 ribu per kilogram, naik bertahap dari sebelumnya sekitar Rp25 ribu per kilogram," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement