Senin 02 May 2022 14:38 WIB

Transisi ke Endemi Covid-19 Dilakukan Hati-hati

Jokowi: Transisi ke Endemi Covid-19 Dilakukan Hati-hati

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Muhammad Hafil
Transisi ke Endemi Covid-19 Dilakukan Hati-hati. Foto:   Ilustrasi menurunnya jumlah kasus Covid-19 pada tahun 2022.
Foto: www.freepik.com
Transisi ke Endemi Covid-19 Dilakukan Hati-hati. Foto: Ilustrasi menurunnya jumlah kasus Covid-19 pada tahun 2022.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, masa transisi dari pandemi ke endemi Covid-19 akan dilakukan secara hati-hati. Jokowi menegaskan, pemerintah tak ingin tergesa-gesa mengikuti negara lain dalam melonggarkan protokol kesehatan, seperti memperbolehkan membuka masker.

“Tetapi apapun ada masa transisi yang kita masih harus hati-hati. Saya tidak ingin kaya negara-negara lain langsung buka masker, ndak,” kata Jokowi saat memberikan keterangan pers usai meninjau proyek pembangunan sirkuit Formula E Ancol, Jakarta, yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden belum lama ini.

Baca Juga

Jokowi menyampaikan, masa transisi menuju endemi ini diperkirakan akan dilakukan selama enam bulan.

“Ini masih ada transisi kira-kira 6 bulan, kita lihat seperti apa, baru nanti silakan kalau yang di luar ruangan buka masker, kalau yang di dalam ruangan masih tetap pakai masker,” jelasnya.

Presiden menegaskan, terdapat tahapan-tahapan yang akan dilakukan selama masa transisi ini. Karena itu, pemerintah tidak akan tergesa-gesa melonggarkan kebijakan agar bisa segera beralih menuju periode endemi.

“Karena apapun kita punya pengalaman saat Delta seperti apa, saat Omicron seperti apa, sehingga kehati-hatian, kewaspadaan itu tetap harus,” kata Jokowi.

Ia juga menyampaikan, pemerintah mempersilakan masyarakat untuk mudik ke kampung halaman dengan mempertimbangkan kondisi kasus harian Covid-19 saat ini yang sudah sangat rendah dan terkendali. Selain itu, kasus aktif Covid-19 juga telah menurun menjadi di bawah 20 ribu kasus.

“Memang rendah,” tambah dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement