Sabtu 03 Oct 2026 13:31 WIB

Kaki Cedera Ditimpa Lawan, Emas Lepas dari Genggaman Tim Voli Pantai Putra Indonesia

Bintang Akbar cedera engkel setelah ia dan Sofyan Rachman memenangi game pertama.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Pemain tim voli pantai Indonesia Sofyan Rachman Efendy mencoba melepaskan smes saat menghadapi tim Qatar pada final voli pantai putra Asian Games 2026, Sabtu (3/10/2026). Sofyan Rachman Efendy bersama rekannya Bintang Akbar harus puas meraih medali perak karena kalah 1-2. Kekalahan di antaranya disebabkan Bintang yang cedera pada akhir set pertama.
Foto: dok NOC Indonesia
Pemain tim voli pantai Indonesia Sofyan Rachman Efendy mencoba melepaskan smes saat menghadapi tim Qatar pada final voli pantai putra Asian Games 2026, Sabtu (3/10/2026). Sofyan Rachman Efendy bersama rekannya Bintang Akbar harus puas meraih medali perak karena kalah 1-2. Kekalahan di antaranya disebabkan Bintang yang cedera pada akhir set pertama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan voli pantai putra Indonesia Sofyan Rachman Efendy dan Bintang Akbar harus puas meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Sofyan/Bintang kalah dari pasangan Qatar Cherip Samba/Ahmed Janko, dalam pertandingan final yang berlangsung di Hekinan Ryokuchi Beach, Aichi, Jepang, Sabtu (3/10/2026).

Sofyan/Bintang sebenarnya bisa mengamankan set pertama. Namun Qatar bangkit merebut dua set berikutnya untuk memastikan kemenangan 19-21, 21-16, dan 15-8 sekaligus mengamankan medali emas.

Baca Juga

Pada set pertama, kedua pasangan terlibat persaingan ketat. Indonesia sempat tertinggal 13-15 dan 15-16 sebelum menyamakan kedudukan menjadi 16-16.

Sofyan/Bintang kembali tertinggal 16-17. Namun, placing Bintang membuat skor kembali imbang 17-17. Kedua pasangan terus berkejaran hingga 18-18.

Blok Bintang membawa Indonesia berbalik unggul 19-18. Qatar kembali menyamakan kedudukan menjadi 19-19, tetapi Indonesia mampu mendapatkan dua angka berikutnya untuk unggul 21-19 dan merebut set pertama.

Memasuki set kedua, Qatar langsung mengambil inisiatif dan unggul 4-1, kemudian menjauh 7-2. Indonesia mengambil time out untuk menghentikan momentum lawan.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sofyan/Bintang mampu mengejar dan menyamakan kedudukan 7-7. Namun, Qatar kembali menjauh 12-9 dan 14-10.

Indonesia belum menyerah dan kembali mendekat menjadi 13-15. Qatar kemudian menjaga keunggulannya hingga 18-14 dan 20-16. Smash Sofyan yang keluar membuat Qatar menutup set kedua dengan kemenangan 21-16 sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.

Pada awal set ketiga, Indonesia langsung tertinggal 0-2, kemudian 1-3 dan 2-3. Qatar kembali menjauh 6-2 sehingga Indonesia mengambil time out untuk memutus momentum pasangan tersebut.

Situasi Indonesia juga tidak ideal karena Bintang Akbar harus mendapatkan perawatan medis pada pergelangan kaki kirinya. Ia mengalami cedera setelah terjatuh pada akhir set pertama, tepatnya ketika melakukan blok pada poin terakhir yang membuat Indonesia menang 21-19. Saat terjatuh, pemain Qatar menimpa kaki Bintang yang membuatnya mengalami gangguan engkel.

Set ketiga kemudian berlanjut dengan Qatar tetap mempertahankan keunggulannya. Mereka memimpin 7-3, 10-4, hingga 13-5.

Sofyan/Bintang masih berusaha mengejar dengan menambah angka menjadi 6-13 dan 7-13. Namun, Qatar kembali mendapatkan angka untuk unggul 14-7.

Indonesia hanya mampu menambah satu angka menjadi 8-14. Smash Ahmed Janko yang gagal diblok Sofyan memastikan Qatar menutup set ketiga dengan kemenangan 15-8.

Hasil tersebut membuat Cherip Samba/Ahmed Janko meraih medali emas, sedangkan Sofyan Rachman Efendy/Bintang Akbar harus puas dengan medali perak untuk Indonesia.

Peluang medali emas Indonesia selanjutnya dari Padel ganda putri dan Panjat Tebing nomor Lead putra dan putri. 

View this post on Instagram

A post shared by Tim Indonesia Official (@timindonesiaofficial)

Berita Lainnya

Rekomendasi