Sabtu 03 Oct 2026 05:30 WIB

Menham Pigai Dorong Bali Jadi Pusat Keuangan Internasional

Menteri HAM Natalius Pigai mendorong Bali dikembangkan sebagai pusat keuangan internasional untuk memperkuat ekonomi daerah dan memperluas sumber pertumbuhan di luar pariwisata.

Rep: antara/ Red: antara
Pigai sebut Bali jadi pusat keuangan internasional perkuat ekonomi.
Foto: antara
Pigai sebut Bali jadi pusat keuangan internasional perkuat ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mendorong Bali untuk dikembangkan menjadi pusat keuangan internasional (international financial center). Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus memperluas sumber pertumbuhan ekonomi di luar sektor pariwisata yang selama ini menjadi andalan.

Gagasan tersebut disampaikan Pigai dalam sebuah forum bisnis Indonesia-Timor Leste di KEK Kura-Kura Sanur, Bali, pada Jumat. Ia meyakini, kehadiran pusat keuangan internasional di Pulau Dewata akan memicu berkembangnya bisnis-bisnis lain.

"Kalau international financial center di Bali, maka pasti ada bisnis-bisnis lain yang akan berkembang," kata Pigai.

Menurutnya, pengembangan pusat keuangan ini dapat membuka peluang bagi berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, perikanan, kehutanan, hingga jasa pendukung bisnis. Gagasan ini juga disebut dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi yang menghubungkan Bali dengan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Belajar dari Singapura dan Swiss

Pigai mencontohkan Singapura dan Swiss sebagai negara yang mampu membangun kekuatan ekonomi melalui sektor jasa dan layanan keuangan. Ia menilai Bali memiliki potensi serupa di sektor jasa, terutama pariwisata, yang dapat dikembangkan lebih lanjut dengan memperkuat bidang usaha lain.

Karakter ekonomi Bali yang bertumpu pada layanan pariwisata, menurut dia, dapat diperluas dengan pengembangan layanan keuangan dan bisnis internasional. Pigai membandingkan Singapura yang mengandalkan sektor jasa keuangan dan bisnis, sedangkan Bali selama ini dikenal melalui jasa pariwisata.

"Dua-duanya services. Kenapa Singapura yang negara berbasis sektor jasa bisa menjadi salah satu negara dengan ekonomi terkuat di dunia?" ujarnya mempertanyakan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pigai menekankan perlunya perbaikan infrastruktur, sarana dan prasarana, serta dukungan regulasi dan kebijakan pemerintah. Ia juga mengusulkan Jakarta menjadi lokasi pengembangan awal sebelum konsep serupa diterapkan di Bali.

Pigai menekankan pentingnya memasukkan rencana pengembangan tersebut ke dalam Rencana Pembangunan Nasional. Hal ini agar proyek tersebut memperoleh dukungan kebijakan, pembiayaan dari belanja pemerintah (government expenditure), dan pembangunan infrastruktur yang memadai.

"Harus masuk dalam rencana pembangunan nasional, maka dukungan dari government expenditure juga bisa menuju ke situ, kemudian dukungan dari kebijakan regulasi dan politik juga bisa mempermudah," katanya.

Dorong Koneksi Bisnis dengan Timor Leste

Selain pengembangan pusat keuangan, dalam forum yang sama Pigai juga mendorong pelaku usaha Bali dan Timor Leste untuk terhubung dengan program prioritas pemerintah Indonesia. Program-program tersebut antara lain Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, Kampung Nelayan Merah Putih, dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menilai program-program tersebut berpotensi membuka ruang usaha bagi komunitas bisnis, termasuk dalam penyediaan barang, jasa, pembangunan fasilitas, serta kegiatan ekonomi pendukung lainnya.

Pigai juga menyoroti pentingnya hubungan persaudaraan Indonesia dan Timor Leste sebagai negara bertetangga. Kedekatan sejarah dan sosial kedua negara, menurutnya, perlu menjadi landasan untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang berkelanjutan. Ia berharap Bali dan Timor Leste dapat terhubung dengan agenda pembangunan ekonomi kedua negara sehingga peluang kerja sama tidak hanya bertumpu pada pariwisata, tetapi juga berkembang ke sektor-sektor produktif lainnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Berita Terkait
Berita Lainnya

Rekomendasi