Jumat 02 Oct 2026 17:22 WIB

Dari New York, Pramono Bawa Oleh-Oleh Dukungan Jakarta Bond hingga Solusi Kota

Mamdani menyambut rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Mas Alamil Huda
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertemu Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani di Civic Hall, New York, Ahad (20/9/2026). Pertemuan membahas transportasi publik, pengendalian banjir, hingga rencana penerbitan Jakarta Bond.
Foto: Pemprov Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertemu Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani di Civic Hall, New York, Ahad (20/9/2026). Pertemuan membahas transportasi publik, pengendalian banjir, hingga rencana penerbitan Jakarta Bond.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membawa sejumlah hasil dari kunjungannya ke New York, Amerika Serikat. Salah satunya, Pemerintah Kota New York membuka peluang berbagi pengalaman dengan Jakarta dalam mempersiapkan penerbitan obligasi daerah atau Jakarta Bond.

Tawaran itu disampaikan Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani saat bertemu Pramono di Civic Hall, New York, Ahad (20/9/2026). Kedua kepala daerah membahas sejumlah persoalan yang sama-sama dihadapi kota metropolitan, mulai dari transportasi publik, kualitas udara, ketahanan terhadap banjir, hingga pembiayaan pembangunan.

Baca Juga

Mamdani menyambut rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah. New York selama ini menggunakan instrumen obligasi untuk membiayai berbagai pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik.

“Saya sangat antusias dan mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah. New York juga telah menggunakan obligasi untuk membiayai pembangunan infrastruktur, termasuk pengolahan limbah dan berbagai fasilitas publik,” kata Mamdani.

Ia bahkan menawarkan pertukaran pengetahuan antara tim keuangan kedua kota.

“Kami siap mengirimkan tim keuangan untuk berbagi pengalaman dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai persiapan dan proses penerbitan obligasi daerah,” ujarnya.

Bagi Jakarta, pembiayaan kreatif menjadi salah satu opsi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan kota yang semakin besar tanpa seluruhnya mengandalkan APBD.

Namun, rencana Jakarta Bond belum otomatis dapat diterbitkan. Pramono pada 30 September menegaskan Pemprov masih akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan mengikuti keputusan pemerintah pusat terkait rencana tersebut.

Belajar Mengelola Kota

Pertemuan dengan Mamdani tidak hanya membahas pembiayaan. Kedua kota juga bertukar pengalaman mengenai persoalan mobilitas.

Pramono menjelaskan lebih dari empat juta orang keluar-masuk Jakarta setiap hari, terutama pada jam sibuk. Pengembangan Transjabodetabek menjadi salah satu strategi Pemprov menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

“Setiap hari lebih dari empat juta orang keluar-masuk Jakarta, terutama pada jam sibuk. Melalui Transjabodetabek, kami ingin mengurangi kemacetan dan volume kendaraan yang masuk ke Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas wilayah,” kata Pramono.

Ia juga menjelaskan kebijakan transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat, termasuk lansia, penyandang disabilitas, serta penerima KJP dan KJMU.

Di sisi lain, Jakarta juga belajar dari pengalaman New York dalam mengelola kota besar yang menghadapi persoalan serupa, termasuk banjir, kualitas udara, serta kebutuhan pembiayaan infrastruktur.

Pramono mengatakan Jakarta terus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, mengurangi pemanfaatan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah, serta mengembangkan perlindungan kawasan pesisir.

Pertemuan bilateral tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Pramono ke New York untuk menghadiri Urban 20 (U20) Mayors Summit 2026 pada 19–21 September. Forum itu mempertemukan kepala daerah dari berbagai kota dunia untuk membahas perumahan, perubahan iklim, mobilitas manusia, dan kesempatan ekonomi.

Pramono juga menjadi pembicara utama dalam Heat Roundtable yang membahas panas perkotaan dan ketahanan iklim bersama C40 Cities, Harvard University’s Salata Institute for Climate and Sustainability, serta Atlantic Council’s Climate Resilience Center.

Dalam forum tersebut, ia mengatakan kebijakan iklim seharusnya tidak berhenti pada target pengurangan emisi, tetapi harus terasa dalam kehidupan warga.

“Aksi iklim harus memberikan manfaat nyata yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari melalui transportasi yang lebih bersih, ruang publik yang lebih baik, energi yang lebih bersih, serta kualitas hidup yang lebih baik,” kata Pramono.

Salah satu fokus Jakarta adalah transportasi publik. Pemprov terus mengintegrasikan MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, dan kereta komuter. Tingkat konektivitas transportasi publik disebut telah mencapai sekitar 93 persen.

Jaringan MRT ditargetkan bertambah dari sekitar 15,7 kilometer menjadi 46,5 kilometer pada 2034. Sementara jaringan LRT ditargetkan berkembang hingga sekitar 75 kilometer pada 2029. Transjakarta pada 2026 mengoperasikan sekitar 4.792 armada, termasuk 500 bus listrik.

Sampah hingga Investasi

Persoalan sampah juga dibawa Pramono ke forum internasional tersebut. Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah per hari sehingga Pemprov mulai menggeser pola pengelolaan dari kumpul-angkut-buang menjadi pilah-angkut-olah.

Pemilahan didorong sejak dari sumber, sementara pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy dikembangkan bersama pemerintah pusat. Gerakan pemilahan dan daur ulang berbasis masyarakat juga terus diperluas.

“Kita tidak boleh melihat aksi iklim sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan masyarakat. Ukurannya sederhana: apakah udara menjadi lebih bersih, perjalanan menjadi lebih mudah, ruang publik menjadi lebih baik, dan lingkungan menjadi lebih sehat,” ujar Pramono.

Kunjungan ke New York juga dimanfaatkan untuk menawarkan peluang investasi Jakarta kepada mitra internasional.

Dalam Sidang Pleno U20, Pramono memaparkan 37 proyek pengembangan kota dengan potensi investasi sekitar 7 miliar dolar AS. Ia juga menyebut ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026 tumbuh 5,52 persen dengan inflasi sekitar 2,5 persen.

“Jakarta siap membuka peluang investasi melalui 37 proyek pengembangan kota dengan potensi nilai investasi sebesar 7 miliar dolar AS,” kata Pramono.

Bagi Pemprov DKI, rangkaian pertemuan di New York tidak hanya menjadi kesempatan memaparkan program Jakarta. Pertukaran pengalaman dengan kota lain diharapkan dapat diterjemahkan menjadi kerja sama yang dapat diterapkan dalam pembangunan dan pelayanan publik di Jakarta.

Berita Lainnya

Rekomendasi