REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus kebakaran hutan dan lahan gambut (karhutla) yang terjadi sepanjang 2026, telah bertransformasi menjadi krisis berskala nasional. Koalisi Indonesia Tanpa Polusi menyoroti, sebaran karhutla kini tidak hanya terpusat di Pulau Sumatra dan Kalimantan, tetapi meluas secara sporadis ke Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla SiPongi Kementerian Kehutanan, luas areal karhutla Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 202.004,30 hektare. Angka itu meningkat drastis hingga 69 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Eskalasi itu terus memburuk pada Agustus dan September, diperparah oleh kondisi El Nino.




