Jumat 02 Oct 2026 06:02 WIB

Cetak Lima Gol Lawan Bangladesh, Mitchell Baker Kembali Ingat Erling Haland

Baker memersembahkan kemenangan lawan Bangladesh untuk warga Indonesia.

Rep: Fitriyanto/ Red: Fitriyan Zamzami
Pemain timnas Indonesia Mitchell Baker melakukan selebrasi seusai mengalahkan Bangladesh dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Foto: Edwin Putranto/Republika
Pemain timnas Indonesia Mitchell Baker melakukan selebrasi seusai mengalahkan Bangladesh dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

REPUBLIKA.CO.ID -- JAKARTA -- Mitchell Baker menjadi bintang kemenangan telak timnas Indonesia atas Bangladesh pada semifinal FIFA ASEAN Cup 2026. Penyerang berusia 19 tahun itu mencetak lima gol dalam kemenangan 9-2 Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Lima gol tersebut menjadi jawaban Baker setelah pada dua pertandingan sebelumnya ia belum mampu mencatatkan namanya di papan skor. Namun, pemain muda tersebut mengaku tidak membiarkan situasi itu memengaruhi mentalitasnya.

"Sebagai striker tentu Anda ingin fokus pada gol. Tetapi yang paling penting adalah tim memenangkan pertandingan," kata Baker seusai laga.

Baker mencontohkan pertandingan melawan Singapura ketika dirinya tidak mencetak gol. Meski demikian, ia tetap menjalankan tugasnya untuk membantu tim, termasuk melalui pergerakan yang membuka ruang bagi pemain lain.

"Pada pertandingan melawan Singapura, saya tidak mencetak gol, tetapi saya menjalankan peran saya. Pada gol pertama, saya melakukan pergerakan ke tiang dekat. Anda melakukan hal-hal seperti itu dan membuka ruang bagi pemain lain," ujarnya.

Menurut Baker, seorang striker tidak mungkin selalu mencetak gol di setiap pertandingan. Ia menyebut Erling Haaland sebagai contoh bahwa seorang penyerang juga bisa melewati pertandingan tanpa mencetak gol.

"Anda tidak akan mencetak gol di setiap pertandingan. Haaland juga tidak mencetak gol di setiap pertandingan," kata Baker.

Karena itu, Baker memilih tetap percaya kepada kemampuannya dan tidak terlalu memikirkan komentar dari luar lapangan. Baginya, yang terpenting adalah menikmati permainan dan hadir sepenuhnya dalam setiap momen.

"Anda hanya perlu menikmatinya, hidup di momen tersebut, mengabaikan apa yang dikatakan orang lain, percaya kepada diri sendiri, dan tahu bahwa Anda bisa melakukannya," ujarnya.

Baker juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekannya, khususnya Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen. Ia menilai kontribusi pemain di sekitarnya sangat membantu dirinya mencetak gol dalam pertandingan tersebut.

"Saya pikir Ole dan Ragnar, serta semua pemain di sekitar kami, benar-benar luar biasa. Mereka pantas mendapatkan semua pujian karena saya hanya mencetak gol tap-in. Dia yang melakukan semua pekerjaannya. Luar biasa," kata Baker.

Baker mengakui dirinya masih dalam tahap membangun chemistry dengan Romeny. Pertandingan melawan Bangladesh menjadi kali ketiga mereka bermain bersama.

Menurut Baker, proses membangun hubungan antarpemain tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan tim. Ia yakin chemistry akan semakin baik seiring bertambahnya waktu bermain dan sesi latihan bersama.

Pada lima menit terakhir pertandingan, Baker mengaku pikirannya tertuju kepada keluarga yang hadir dan masyarakat Indonesia. Kakeknya berada di stadion, begitu pula keluarganya yang berada di Indonesia.

"Dalam lima menit terakhir, yang ada di pikiran Anda adalah kakek saya yang berada di stadion, ibu saya, seluruh keluarga saya di Indonesia," ujar Baker.

Baker mengatakan hal tersebut menjadi motivasi tambahan bagi dirinya dan para pemain untuk terus memberikan segalanya di lapangan.

"Kami hanya berpikir untuk mencetak gol. Itulah yang ada di kepala kami," katanya.

Baker juga memberikan penghormatan kepada suporter Indonesia. Menurut dia, dukungan dari tribun SUGBK membantu para pemain melewati pertandingan yang berlangsung sangat intens.

"Pertandingan yang gila. Saya rasa ini pertandingan paling gila yang pernah saya mainkan," ujar Baker.

Ia menilai suporter merupakan salah satu alasan dirinya dan para pemain bekerja keras membela Indonesia. Dukungan tersebut, menurut Baker, memberikan motivasi untuk terus berjuang hingga akhir pertandingan.

"Mereka adalah alasan kami bermain untuk negara ini. Itulah alasan kami bekerja sangat keras, yaitu untuk menang demi negara," katanya.

Meski mencetak lima gol dan mengantarkan Indonesia ke final, Baker menegaskan pekerjaannya belum selesai. Ia bersama rekan-rekannya masih harus menghadapi Thailand dalam perebutan trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

"Kami akan menikmati malam ini, tetapi kami masih memiliki final untuk dimainkan. Kami harus terus berusaha memenangkan trofi pertama Indonesia," ujar Baker.

Berita Lainnya

Rekomendasi