Kamis 01 Oct 2026 12:57 WIB

Nurisa Cetak Sejarah dan Persembahkan Emas Kelima, Menpora Erick: Perjuangan Belum Selesai

Nurisa mencatatkan total 139 poin, unggul dua angka atas lawannya.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Atlet panahan Indonesia Nurisa Dian Ashrifah.
Foto: dok Perpani/Tim Panahan Indonesia
Atlet panahan Indonesia Nurisa Dian Ashrifah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Sekeping emas kembali mengisi pundi medali Indonesia pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kali ini, medali emas dipersembahkan atlet panahan Nurisa Dian Ashrifah yang turun di nomor Compound Women Individual.

Nurisa memastikan posisi di podium tertinggi setelah tampil gemilang pada partai final menghadapi wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco. Dalam pertarungan yang berlangsung ketat, Nurisa mencatatkan total 139 poin, unggul dua angka atas lawannya yang mengoleksi 137 poin.

Baca Juga

Keberhasilan Nurisa juga mencatatkan sejarah baru bagi olahraga Indonesia. Sejak cabang panahan dipertandingkan secara resmi di Asian Games pada 1978, medali tersebut menjadi emas pertama yang berhasil diraih Indonesia dari cabang ini sepanjang keikutsertaan kontingen Merah Putih di ajang olahraga terbesar di Asia ini.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menyampaikan apresiasi atas perjuangan Nurisa Dian Ashrifah yang mampu tampil tenang dan konsisten hingga pertandingan final. Menurut Menpora, keberhasilan tersebut menjadi semakin istimewa karena bukan hanya menyumbangkan emas kelima bagi Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, tetapi sekaligus menorehkan sejarah baru bagi panahan Indonesia.

“Alhamdulillah, Indonesia kembali mendapatkan emas. Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Nurisa Dian Ashrifah dan seluruh tim panahan Indonesia yang telah berjuang luar biasa. Ini sejarah karena untuk pertama kalinya panahan Indonesia berhasil mempersembahkan medali emas di Asian Games, sejak resmi dipertandingkan pada 1978. Pertandingan final tadi sangat ketat, tetapi Nurisa mampu menjaga fokus dan konsistensinya sampai kata. Ini menunjukkan bahwa untuk menjadi juara, kita harus berjuang sampai anak panah terakhir,” ucap Menpora Erick.

Medali persembahan Nurisa sekaligus menjadi emas kelima bagi Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yang berarti kontingen Merah Putih berhasil melampaui target empat medali emas yang telah ditetapkan untuk Asian Games 2026. Namun, Menpora Erick menegaskan perjuangan belum selesai. Masih ada atlet-atlet kita yang berjuang di final.

"Saya harap mereka tampil total dengan fighting spirit yang tinggi karena kita masih punya peluang untuk menambah emas. Jangan sampai karena target sudah terlampaui, kita kemudian terlena. Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan dukungan dan doa kepada mereka. Kita harus terus mengawal perjuangan mereka sampai pertandingan terakhir,” kata Menpora Erick.

Menpora menegaskan, setiap medali yang diraih Indonesia merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan atlet, pelatih, federasi, tim pendukung, serta berbagai pihak yang memastikan persiapan kontingen berjalan dengan baik. Catatan bersejarah yang ditorehkan panahan juga menunjukkan pentingnya pembinaan dan persiapan yang dilakukan secara konsisten agar semakin banyak cabang olahraga Indonesia mampu menciptakan prestasi baru di level Asia maupun dunia.

“Lima emas ini tentu kita syukuri, apalagi hari ini kita juga menyaksikan sejarah baru dari panahan. Tetapi kita tidak boleh berhenti pada pencapaian hari ini. Kita harus melihat prosesnya. Ada cabor yang berhasil melampaui ekspektasi, ada yang masih berjuang, dan ada juga yang harus kita evaluasi. Prestasi seperti yang ditorehkan Nurisa harus menjadi momentum untuk membangun prestasi yang lebih tinggi dan berkelanjutan menuju SEA Games 2027 dan Olimpiade 2028,” kata Menpora Erick.

Berita Lainnya

Rekomendasi