REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA, – Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menegaskan bahwa kerja sama perdagangan antardaerah, khususnya dengan Kabupaten Biak Numfor, terbukti efektif memperluas pasar hasil pertanian masyarakat sekaligus menekan tingkat kemahalan ikan laut di wilayah pegunungan. Skema yang telah berjalan sejak tahun 2025 ini akan terus dilanjutkan pada tahun 2026.
Dalam keterangannya di Wamena, Rabu, John Tabo menjelaskan bahwa mekanisme kerja sama ini bersifat resiprokal. Pihaknya telah mengirimkan sayuran dan buah-buahan segar dari Papua Pegunungan ke Biak Numfor, dan sebagai imbalannya, pemerintah Kabupaten Biak Numfor mengirimkan pasokan ikan segar ke wilayahnya.
"Tahun lalu kami sudah mengirimkan sayuran dan buah-buahan segar dari Papua Pegunungan ke Kabupaten Biak Numfor, sedangkan dari Biak telah mengirim ikan segar ke Papua Pegunungan. Kelanjutan ini harus terus dilaksanakan dalam rangka memperkuat kerja sama ekonomi antardaerah di Papua," katanya.
Menurut Gubernur John Tabo, perdagangan antardaerah ini membuka akses pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat setempat. Di sisi lain, masuknya pasokan ikan segar dari Biak Numfor diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan bergizi serta menekan lonjakan harga ikan laut yang selama ini dikeluhkan masyarakat di dataran tinggi.
"Hasil pertanian dan perkebunan masyarakat pemerintah beli dan mengirimkannya ke Biak. Dari Biak mereka mengirimkan ikan segar ke Papua Pegunungan sehingga akan menekan angka kemahalan ikan laut di sini," ujarnya.
Untuk memastikan keberlanjutan program strategis ini, pemerintah daerah telah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait. Kolaborasi lintas dinas menjadi kunci utama dalam menyukseskan distribusi komoditas kedua wilayah.
Dalam skema tersebut, Dinas Pertanian bertugas menyiapkan hasil pertanian dan perkebunan, sementara Dinas Koperasi dan UKM berperan dalam penghimpunan komoditas masyarakat serta penjadwalan pengiriman. Adapun Dinas Perindustrian dan Perdagangan menangani kerja sama perdagangan antardaerah, sedangkan Dinas Perikanan terlibat dalam pemenuhan komoditas perikanan.
"Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pertanian, serta Dinas Perikanan harus berkolaborasi supaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas John Tabo.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Papua Pegunungan, Alpius Yigibalom, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan koperasi sebagai motor penggerak dalam kegiatan penghimpunan dan distribusi komoditas. Koperasi akan berfungsi sebagai penampung hasil perkebunan dan pertanian masyarakat sebelum dikirim ke Biak Numfor.
"Koperasi inilah yang memiliki tugas dalam menampung hasil perkebunan maupun pertanian masyarakat sebelum dikirim ke Biak, begitu pula hasil perikanan di Biak ditampung dan dikirim ke Papua Pegunungan," ujar Alpius Yigibalom.
Dengan adanya kerja sama ini, pemerintah berharap dapat memperpendek rantai distribusi pangan, memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi masyarakat, serta secara signifikan meningkatkan ketersediaan komoditas perikanan bagi konsumen di wilayah Papua Pegunungan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.




