Kamis 01 Oct 2026 04:30 WIB

Pemkab Jayawijaya Dorong Pengembangan Kebun Kopi di 328 Kampung

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mendorong pengembangan kebun kopi di 328 kampung dan empat kelurahan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Rep: antara/ Red: antara
Jayawijaya dorong pengembangan kebun kopi di 328 kampung-4 kelurahan.
Foto: antara
Jayawijaya dorong pengembangan kebun kopi di 328 kampung-4 kelurahan.

REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan, mendorong pengembangan kebun kopi di 328 kampung dan empat kelurahan. Langkah ini diambil untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui komoditas yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi.

Bupati Jayawijaya Atenius Murip dalam keterangannya di Wamena, Rabu (30/9), mengatakan pihaknya telah menyiapkan ratusan bibit tanaman kopi untuk ditanam di kawasan Taganek. Ia berharap masyarakat dapat menjaga, merawat, dan memanen tanaman tersebut guna membantu perekonomian keluarga.

“Ratusan bibit tanaman kopi disiapkan untuk ditanam di kawasan Taganek dengan harapan ke depan masyarakat bisa menjaga, merawat dan memanen sehingga dapat membantu ekonomi keluarga. Kami juga harap tanaman kopi dapat dikembangkan di kampung lainnya di Jayawijaya,” katanya.

Menurut Bupati Atenius, tanaman kopi sangat cocok dibudidayakan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Jayawijaya. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah mendorong masyarakat untuk membudidayakan kopi sebagai investasi masa depan.

“Kami pemerintah daerah mendorong masyarakat membudidayakan tanaman kopi sebagai investasi di masa depan. Kopi dari Jayawijaya sangat diminati oleh masyarakat di luar maka tanaman ini harus dijaga dan dirawat secara baik,” ujarnya.

Kualitas dan Potensi Pasar Kopi Jayawijaya

Bupati Atenius menjelaskan bahwa hasil budi daya kopi di Jayawijaya memiliki kualitas yang luar biasa. Cita rasanya nikmat dan berbeda dibandingkan kopi dari daerah lain di Indonesia, sehingga sangat diminati.

Ke depan, ia berharap tanaman kopi tidak hanya dipanen dan dijual di pasar lokal. Pihaknya menginginkan agar kopi dapat dikemas dan diolah dengan baik sehingga dijual dalam kemasan yang menarik untuk menambah nilai ekonominya.

“Kami ingin ke depan tanaman kopi tidak hanya sampai diproses panen dan dijual di pasar lokal, tetapi dapat dikemas, diolah secara baik sehingga dijual dalam kemasan-kemasan sehingga menambah nilai ekonominya,” katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Jayawijaya tidak bekerja sendiri. Mereka mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jayawijaya. Dekranasda berperan membantu mengemas dan memasarkan produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah ini.

“Pemerintah daerah harus bekerja sama dengan pihak lain salah satunya Dekranasda dalam memperkenalkan kopi Jayawijaya dalam kemasan yang baik sehingga menarik orang untuk membelinya. Dan kami juga berharap dukungan langsung dari Kementerian UMKM RI supaya produk-produk kopi Jayawijaya dapat dipasarkan di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Bupati Atenius.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Berita Terkait
Berita Lainnya

Rekomendasi