REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Lebih dari 1.600 peserta dari sekolah binaan Yayasan Astra - Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA MDR) mengikuti enam kategori lomba dalam Festival Generasi Cerdas (FGC) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Menara Astra, Jakarta, pada 29 September hingga 1 Oktober 2026 itu menampilkan inovasi pembelajaran, karya budaya, hingga prestasi guru dan siswa dari berbagai daerah.
Sekolah binaan YPA MDR tersebar di sembilan provinsi dan 18 kabupaten di Indonesia. Karya yang ditampilkan merupakan hasil pembinaan melalui empat bidang, yakni karakter, akademik, kecakapan hidup, serta seni dan budaya.
Pada bidang akademik, guru dan siswa mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis digital maupun nondigital. Sementara pada bidang kecakapan hidup, sekolah menampilkan berbagai produk berbasis budaya daerah.
Karya tersebut antara lain batik khas Daerah Istimewa Yogyakarta, tenun Nusa Tenggara Timur, dan tapis Lampung Selatan. SDN Jigudan, Bantul, misalnya, mengangkat Tugu Yogyakarta sebagai salah satu inspirasi motif batik.
Seni tradisional juga ditampilkan melalui penggunaan instrumen dari sejumlah daerah, seperti sape dari Kalimantan dan sasando dari Rote, Nusa Tenggara Timur. Siswa binaan dari Seram Bagian Barat, Maluku, turut memainkan ukulele dalam aransemen musik bersama.
Sepanjang 2026, sejumlah sekolah binaan juga mencatat prestasi tingkat nasional. SDN Kertosari, Lampung Selatan, dan SMPN 1 Borong, Manggarai Timur, meraih juara tiga Lomba Inovasi Karya Guru tingkat nasional.
Sementara itu, Ferdy Souwalla, siswa SDN Hatusua, Seram Bagian Barat, berhasil melaju ke tingkat nasional Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Prestasi kepala sekolah, guru, dan siswa turut diapresiasi melalui Forum Komunikasi Sekolah Binaan (FKSB) XIII yang menjadi rangkaian FGC 2026. Sebanyak enam kategori dilombakan, yakni BISA, KIMIPA, PIGUR, Karya Kreasi Nusantara, Seni Tari Nasional, dan Menulis.
Kepala SD Negeri Kembur di Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Metodius Rodian, terpilih sebagai kepala sekolah berprestasi 2026. Metodius mengatakan, keterlibatan guru dalam proses pengambilan keputusan menjadi salah satu pendekatan yang diterapkannya dalam memimpin sekolah.
“Mari terus belajar. Saya mendapat prestasi seperti ini bukan berarti saya berhenti belajar. Tetapi bagi saya bahwa ini adalah awal bagaimana saya akan terus maju. Sehingga nanti saya akan terus berkembang. Demi sekolah binaan Yayasan Astra - YPA MDR menjadi lebih baik ke depan,” ujar Metodius.
Direktur Astra sekaligus Ketua Pembina YPA MDR Gita Tiffani Boer mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan keterlibatan pemerintah, sekolah, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Semangat kolaborasi ini juga terus dijalankan melalui Yayasan Astra - Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Gita.
Ketua Pengurus YPA MDR Gunawan Salim mengatakan, jumlah peserta dalam rangkaian FGC tahun ini mencapai lebih dari 1.600 orang.
“Antusiasme tersebut menjadi semangat bagi Yayasan Astra - YPA MDR untuk terus menyediakan ruang bagi sekolah binaan dalam mengembangkan potensi, menunjukkan prestasi, serta membagikan karya yang dapat menginspirasi,” ujar Gunawan.
Festival Generasi Cerdas 2026 menjadi wadah untuk mempertemukan karya dan praktik pendidikan dari sekolah binaan di berbagai wilayah. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi kepala sekolah, guru, dan siswa untuk berbagi hasil pembelajaran dan pengembangan potensi di sekolah masing-masing.




