REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA, – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur bersama Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) berhasil menciptakan smart vending machine atau mesin jual otomatis pintar berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi ini dirancang khusus sebagai media distribusi dan pemasaran produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Presentasi hasil riset tersebut digelar di Kantor BRIDA Kaltim, Samarinda, pada Selasa.
Kepala BRIDA Kaltim, Fitriansyah, menjelaskan bahwa pengembangan mesin ini merupakan bagian dari program Kolaborasi Riset dan Inovasi Strategis (KRIS) 2026. Program ini berada dalam kegiatan diseminasi jenis, prosedur, dan metode penyelenggaraan pemerintah daerah yang bersifat inovatif.
"Riset pengembangan smart vending machine berbasis IoT ini memiliki potensi besar untuk mendukung perluasan pasar UMKM sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat," ujar Fitriansyah.
Proyek ini secara resmi bertajuk "Rancang Bangun Smart Vending Machine Berbasis IoT Terintegrasi Pembayaran Digital sebagai Media Distribusi Produk UMKM pada Lingkungan Komunitas di Kalimantan Timur". Fitriansyah memaparkan, pada tahun 2026 terdapat 21 kegiatan riset kolaboratif di bawah skema KRIS, dan sebagian besar telah memasuki tahap penyelesaian.
Dorongan Komersialisasi dan Perlindungan Paten
Fitriansyah menegaskan bahwa inovasi ini tidak boleh berhenti di tahap laboratorium. Ia mendorong agar mesin tersebut terus disempurnakan hingga mencapai tingkat kesiapterapan teknologi yang tinggi sehingga memiliki nilai komersial.
"Kalau sudah menjadi produk yang menghasilkan, tentu level kesiapterapan teknologinya semakin tinggi. Harapannya, suatu saat ada investor yang tertarik untuk memproduksi alat ini secara massal," jelasnya.
Untuk mengamankan inovasi ini, tim peneliti dari UMKT didorong untuk segera mendaftarkan perlindungan kekayaan intelektual, baik berupa hak cipta maupun paten. Langkah ini krusial untuk mencegah klaim dari pihak lain.
Selain aspek hukum, tim peneliti juga diminta melengkapi kajian kelayakan ekonomi. Analisis ini mencakup kebutuhan modal, potensi keuntungan, break event point, serta pemetaan terhadap produk sejenis yang sudah ada di pasaran. Analisis komparatif tersebut dinilai penting untuk mengukur keunggulan mesin ini dibanding kompetitor, baik dari sisi harga, efisiensi teknologi, maupun fungsionalitasnya.
BRIDA Kaltim juga membuka peluang kolaborasi lanjutan dengan perangkat daerah terkait untuk memperluas pemanfaatan inovasi ini jika nantinya telah teruji secara komersial.
"Kami berharap riset ini memberikan dampak nyata dalam memperkuat perekonomian daerah maupun nasional, khususnya bagi pengembangan sektor UMKM di Kalimantan Timur," pungkas Fitriansyah.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.




