REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanayahu meminta Presiden Uni Emirat Arab (UEA) dalam pertemuan rahasia pada Ahad (27/9/2026) untuk membantah laporan Haaretz bahwa ia mengingatkan Netanyahu akan ada serangan Hamas dalam waktu dekat sebelum 7 Oktober 2023. Hal itu terungkap dalam laporan Haaretz, Selasa (29/9/2026) mengutip seorang sumber yang mengetahui isu ini.
Sumber itu mengungatkan laporan Haaretz soal pertemuan Netanyahu dan MBZ. Keduanya disebut bertemu di bandara.
Netanyahu meminta Presiden UEA untuk membantah laporan soal percakapan telepon mereka dan juga detail peristiwa yang terjadi sebelum 7 Oktober yang bisa membuat ia malu. Dia juga meminta MBZ apa yang digambarkan sang sumber sebagai "dukungan moral".
Netanyahu dilaporkan menggelar pertemuan selama satu jam dengan MBZ menurut dua orang yang mendapat taklimat soal perjalanan Netanyahu. Haaretz menyebut orang yang mengungkap permintaan Netanyahu kepada MBZ mengetahui langsung pertemuan itu. Sumber itu berbicara secara anonim lantaran pertemuan itu seyogianya adalah pertemuan rahasia.
Kementerian UEA menolak berkomentar terhadap laporan yang mengungkap pertemuan Netanyahu dan MBZ, namun mempertahankan "jalur komunikasi langsung dan terbuka" dengan Israel dan berbagi "info intelijen relevan."
Menurut investigasi Haaretz yang dipublikasikan awal bulan ini, MBZ menelepon Netanyahu sekitar satu setengah pekan sebelum 7 Oktober 2023 dan berbicara dengannya selama 45 menit. MBZ secara eksplisit memberi peringatan kepada Netanyahu bahwa pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar merencanakan suatu operasi besar terhadap Israel.
MBZ dalam investigasi Haaretz mengekspresikan kekhawatirannya bahwa serangan itu bisa berujung pada pertumpahan darah dan destabilisasi kawasan, mengancam Abraham Accords, dan mendesak Netanyahu untuk menerima peringatan itu secara serius. Masih dalam laporan itu, MBZ terkejut dengan respons Netanyahu.
Netanyahu dilaporkan bereaksi relatif tenang, dan mengatakan dia percaya Hamas merencanakan aksi di Tepi Barat dan memberi jaminan kepada Tepi Barat bahwa Israel sudah siap dengan skenario apapun. Netanyahu tidak menginformasikan peringatan dari MBZ itu kepada kepemimpinan keamanan Israel.
Netanyahu telah membantah laporan Haaretz, dengan menyebut investigasi itu sebgai sebuah "kebohongan absolut," dan mengancam akan menggugat Haaretz dan jurnalis Shlomi Eldar dan Ruth Yuval. "Perdana Menteri Netanyahu tidak berbicara kepada Presiden UEA selama periode yang disebut dan tidak menerima peringatan dari dia," demikian keterangan pers Kantor Perdana Menteri Israel.
Pada Sabtu (26/9/2026), dua sumber, termasuk seorang yang berbicara dengan MBZ mengonfirmasi kepada The New York Times bahwa pemimpin UEA itu pernah memberikan peringatan kepada Netanyahu akan sebuah "serangan besar" oleh Hamas tak lama sebelum 7 Oktober 2023.




