Selasa 29 Sep 2026 17:42 WIB

Ekstremis Bakar Rumah Warga Palestina, Rangsek Masjid al-Aqsa

Kelakukan pemukim Yahudi di Tepi Barat masih dibiarkan.

Seorang perempuan Palestina berjalan di luar rumahnya di desa Jalud, sebelah selatan Nablus, Tepi Barat, pada 16 September 2026. Desa yang dikelilingi oleh pos-pos permukiman Israel ini kerap menghadapi penyitaan lahan, pembatasan akses pertanian, serta meningkatnya kekerasan oleh para pemukim.
Foto: EPA/ALAA BADARNEH
Seorang perempuan Palestina berjalan di luar rumahnya di desa Jalud, sebelah selatan Nablus, Tepi Barat, pada 16 September 2026. Desa yang dikelilingi oleh pos-pos permukiman Israel ini kerap menghadapi penyitaan lahan, pembatasan akses pertanian, serta meningkatnya kekerasan oleh para pemukim.

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT – Para pemukim ilegal Yahudi Israel membakar dua rumah milik sebuah keluarga Palestina di Jalud, sebelah selatan Nablus, pada Selasa dini hari. Ini dilakukan hanya beberapa jam setelah keluarga tersebut kembali usai hampir dua bulan mengungsi akibat pengusiran paksa.

Keluarga itu sebelumnya telah meninggalkan rumah mereka pada bulan Juli setelah berbulan-bulan mengalami gangguan dan serangan berulang kali oleh para pemukim ilegal. Kantor berita resmi Palestina, WAFA, melaporkan bahwa sekelompok besar pemukim memasuki desa tersebut tak lama setelah keluarga itu kembali dan membakar kedua rumah tersebut, yang mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan beserta isinya.

Warga sempat berupaya menghadapi para penyerang sebelum pasukan pendudukan Israel tiba di lokasi. Sumber-sumber setempat mengatakan kepada WAFA bahwa pasukan tersebut tidak menghentikan para pemukim, melainkan justru memberikan perlindungan serta mengirimkan bala bantuan ke wilayah itu. Keluarga tersebut akhirnya terpaksa pergi lagi di bawah ancaman senjata.

Al Mayadeen melaporkan bahwa Jalud dan desa-desa tetangga di sebelah selatan Nablus kerap menghadapi serangan oleh pemukim, perampasan lahan, serta kerusakan properti dan tanaman. Bagi keluarga ini, aksi pembakaran pada hari Selasa tersebut mengakhiri kepulangan mereka ke rumah yang baru berlangsung selama beberapa jam.

Al-Aqsa Dirangsek

Di Yerusalem yang diduduki, ratusan pemukim Yahudi Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa melalui Gerbang Mughrabi pada Selasa pagi dengan pengawalan ketat polisi. Aksi penerobosan ini terjadi pada hari keempat perayaan Hari Raya Pondok Daun umat Yahudi, yang juga dikenal sebagai Sukkot.

Menurut QNN, para pemukim melakukan ritual keagamaan dan doa di dalam kompleks tersebut, disertai dengan nyanyian dan tepuk tangan bersama. Sehari sebelumnya, 1.731 pemukim memasuki Al-Aqsa di bawah perlindungan polisi Israel, sementara jalan-jalan menuju Kota Tua dan masjid ditutup untuk memfasilitasi pergerakan mereka.

photo
Umat ??Yahudi mengunjungi kompleks Masjid al-Aqsa selama hari raya Sukkot—yang juga dikenal sebagai Perayaan Pondok Daun—di Kota Tua Yerusalem, 27 September 2026. - (EPA/ABIR SULTAN)

Sumber-sumber Palestina menyebutkan bahwa menteri Israel Yisrael Katz dan Itamar Ben-Gvir termasuk di antara mereka yang memasuki kompleks tersebut pada Senin. Pada Ahad, sekitar 1.500 pemukim telah memasuki Al-Aqsa, dengan beberapa di antaranya membawa persembahan tanaman ke area pelataran masjid.

Serangkaian aksi penerobosan ini dibarengi dengan pembatasan yang lebih ketat terhadap penduduk Palestina. Pasukan pendudukan Israel menutup jalan-jalan utama dan rute di sekitar Kota Tua serta membatasi pergerakan di dekat Al-Aqsa sembari mengamankan akses bagi kelompok pemukim tersebut.

Para pemukim ilegal juga menyerang warga Yerusalem di dekat Gerbang Damaskus—yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai Bab al-Amoud—pada Selasa dini hari. Rekaman video yang disebarluaskan oleh Quds News Network memperlihatkan puluhan pemukim terlibat dalam serangan tersebut, sementara aparat keamanan Israel dikerahkan di lokasi kejadian.

Aparat menutup sejumlah jalan dan jalur di sekitar Kota Tua selama pergerakan para pemukim berlangsung. Penutupan ini menambah hambatan bagi warga yang hendak melintasi salah satu akses utama masuk ke Yerusalem, di tengah berlangsungnya rangkaian acara perayaan hari raya di kawasan sekitar.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi