Selasa 29 Sep 2026 12:52 WIB

KDM Respons Polemik Pembangunan Data Center AI di Jatiluhur, Soroti Khusus Penggunaan Air

Kebutuhan air untuk data center AI mencapai 384 liter per detik.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Mas Alamil Huda
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan paparan saat acara Ground Talk dan Bebersih Leuweung di Kilometer 0 Citarum, Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan paparan saat acara Ground Talk dan Bebersih Leuweung di Kilometer 0 Citarum, Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta agar pembangunan data center berbasis kecerdasan buatan (AI) milik BDx di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta tidak mengganggu kebutuhan air untuk pertanian. Ia mendapatkan penjelasan bahwa kebutuhan air untuk data center AI mencapai 384 liter per detik (LPS).

"Jangan sampai pas di perjalanan di Indonesia itu kalau sudah ribut-ribut politik, kasihan pengusaha harus fight dari sekarang. Airnya cukup enggak? Mengganggu petani enggak?" ucap pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) saat inspeksi mendadak (sidak) ke proyek AI Campus 2 (CGK4) di kawasan Jatiluhur, Senin (28/9/2026) dikutip Selasa (29/9/2026).

Baca Juga

Ia mengatakan, kebutuhan air menjadi salah satu aspek yang harus dipastikan sejak awal. Sebab proyek tersebut akan berkembang secara bertahap hingga mencapai kapasitas besar.

Dengan kebutuhan 384 liter per detik atau sekitar 0,4 meter kubik per detik, konsumsi air ketika beroperasi mencapai sekitar 33 ribu meter kubik per hari. Namun, kebutuhan air tidak langsung mencapai angka tersebut, sebab pada tahap awal kebutuhan air disebut masih sekitar 6.000 meter kubik.

KDM meminta pemerintah memastikan peningkatan kebutuhan air tersebut tidak mengurangi alokasi yang selama ini telah diperuntukkan bagi pertanian. Ia melanjutkan, sumber air proyek BDx di Jatiluhur berbeda dengan kemungkinan sumber air sejumlah data center lain di Jawa Barat.

Menurut KDM, BDx tidak mengambil air secara langsung dari PJT II akan tetapi membeli air melalui PDAM. "Kalau ini kan ngambilnya tetap dari Jatiluhur, tapi masuk di PDAM. Maksudnya ngambil airnya dari Jatiluhur, masuknya ke PDAM, beli airnya dari PDAM. Kan beda," ungkap dia.

KDM mengatakan, perbedaan sumber dan mekanisme pengambilan air tersebut penting. Sebab air yang diambil langsung dari jaringan sungai seperti Citarum memiliki peruntukan yang harus diperhatikan, termasuk untuk pertanian.

Ia mencontohkan, keberadaan data center di wilayah Karawang yang perlu ditelusuri lebih lanjut mengenai sumber airnya. "Kalau di Karawang berarti sumber airnya pasti dari PJT, pasti pakai Citarum kan? Citarum Barat," ungkap dia.

KDM meminta informasi mengenai sumber air data center lain di Jawa Barat juga diperiksa secara objektif. Ia mengingatkan bahwa air dari sistem Jatiluhur tidak hanya digunakan masyarakat Purwakarta.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi