REPUBLIKA.CO.ID, FAKFAK – Sebanyak 44 pelaku usaha dan warga mengikuti workshop pengelolaan kelembagaan, keuangan, dan pemasaran di Kawasan Transmigrasi Bomberay-Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Kegiatan yang digelar Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) Kelompok 13 tersebut membahas persoalan pengelolaan usaha, pemasaran produk lokal, hingga peluang pengembangan sagu.
Workshop berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Fakfak, Minggu (27/9/2026), dengan peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, pengusaha sagu, tokoh agama, kepala kampung, perwakilan Badan Permusyawaratan Kampung (Baperkam), perwakilan PKK, dan masyarakat.
Pembahasan tidak hanya menyangkut pemasaran, tetapi juga persoalan yang dihadapi pelaku usaha dalam produksi, pencatatan keuangan, pembagian peran dalam kelompok usaha, serta akses pasar.
Sagu menjadi salah satu komoditas yang dibahas karena telah diolah dan dipasarkan masyarakat setempat. Dalam diskusi, peserta membahas peluang diversifikasi produk sagu serta pendekatan One District One Product untuk mengembangkan produk unggulan kawasan.
Workshop juga membahas pemanfaatan media sosial dan lokapasar untuk pemasaran. Peserta diperkenalkan pada pencatatan sederhana uang masuk dan keluar serta pengelolaan keuangan usaha.
Tim Ekspedisi Patriot juga menawarkan pendampingan untuk membuat identitas produk dan materi pemasaran, antara lain logo, brosur, poster, daftar harga, dan foto produk. Produk dari kawasan tersebut juga berpeluang dikumpulkan untuk dipasarkan di Bandung.
Plt. Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Fakfak Lud. Masrur Kamudi mengatakan pelaku UMKM perlu memanfaatkan forum tersebut untuk membahas persoalan usaha yang mereka hadapi.
“Para peserta workshop, khususnya pelaku UMKM, mari mengikuti dengan baik seluruh rangkaian workshop mulai dari awal sampai dengan akhir. Bila ada hal-hal yang perlu ditanyakan, silakan berdiskusi dan bertanya secara tuntas,” kata Lud. Masrur Kamudi dalam siaran pers yang diterima pada Senin (28/9/2026).
Materi manajemen pemasaran disampaikan Usep Suhud dengan menggali kondisi usaha peserta, mulai dari proses produksi, pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga peluang memperluas pasar.
Kegiatan diawali dengan pretest dan diakhiri dengan posttest. Berdasarkan evaluasi internal Tim Ekspedisi Patriot, hasil perbandingan kedua tes menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti workshop.
Sebagai tindak lanjut, Tim Ekspedisi Patriot merencanakan pendampingan pembuatan produk mi sagu dan konsultasi usaha bagi masyarakat di Kawasan Transmigrasi Bomberay-Tomage.
Tim Ekspedisi Patriot Unpad Kelompok 13 menjalankan pendampingan di Kawasan Transmigrasi Bomberay-Tomage dengan fokus pada kelembagaan, pengelolaan keuangan, pemasaran, dan pengembangan usaha masyarakat.




