REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Di balik senyum ramahnya saat menyapa klien sebagai seorang Education Consultant di Sparks Preschool (Seven Retail), Ina Zafira menyimpan rekam jejak perjalanan yang luar biasa. Perempuan yang baru saja menyandang gelar sarjana dari Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Margonda pada tahun 2025 ini, menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial bukanlah halangan untuk merakit masa depan yang gemilang.
Semangatnya itu, membawa Ina diundang sebagai pembicara Seminar Motivasi (SEMOT) 2026, sebagai rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UBSI yang terkenal sebagai Kampus Digital Kreatif, di BSI Convention Center (BSI Convex), Kaliabang, Bekasi, Jawa Barat, pada Ahad (20/9).
Sebagai penerima beasiswa di UBSI kampus Margonda, Ina menolak hanya menjadi mahasiswa biasa. Dinamika kehidupannya dari bangku kuliah hingga menembus kerasnya industri media dan pendidikan, menjadikannya sosok inspiratif yang patut disorot.
Mengubah Keterbatasan Menjadi Batu Loncatan
Bagi Ina, masa kuliah merupakan periode emas yang membahagiakan dan menantang. Berasal dari keluarga yang sempat mengalami kendala ekonomi, masuk ke perguruan tinggi dengan beasiswa penuh menjadi sebuah anugerah yang ia bayar lunas dengan kerja keras.
Mengambil kelas malam reguler di UBSI kampus Margonda, Ina membagi waktunya dengan mengajar di sebuah Sekolah Dasar (SD). Menjadi pendidik di usia yang sangat muda dan baru menginjak semester awal kuliah tentu tidak mudah.
"Di tahun-tahun pertama mengajar itu, tantangannya adalah membuktikan kepada orang tua murid bahwa aku bisa. Aku baru semester satu, tapi harus mengajarkan berbagai hal umum kepada anak SD," kenang Ina.
Tiga tahun bertahan sebagai guru SD, Ina membuktikan dedikasinya. Namun, layaknya roda yang berputar, ia harus rela melepaskan pekerjaannya di semester tujuh demi menyelesaikan kewajiban magang dari kampus di TVRI. Keputusan ini sempat membuatnya off bekerja, namun relasi baik yang ia bangun dengan dosen dan teman-teman kampus membawanya kembali ke dunia pendidikan.
Berkat rekomendasi dari dosen UBSI, Ina kembali mengajar, kali ini sebagai guru full-time di SMK Broadcasting. Peran yang sangat selaras dengan keilmuannya di bidang Ilmu Komunikasi.
Haus Prestasi di Luar Kelas
Kesibukannya bekerja tak menyurutkan langkah Ina untuk berprestasi di luar kampus. Sejak semester satu hingga delapan, portofolionya dipenuhi dengan berbagai kegiatan berbobot. Mulai dari mengikuti program pertukaran pelajar, Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), menjadi volunteer, hingga dipercaya sebagai MC tetap untuk Wisuda BSI periode 2022 sampai 2024. Puncak dari eksistensinya di ruang publik adalah ketika ia terpilih sebagai Duta Baca Kota Depok pada tahun 2024.
"Itu adalah titik paling sibuk di UBSI. Aku senang banget bisa produktif dan UBSI sangat mengapresiasi hal itu. Sampai sekarang pun, aku masih sering diundang sebagai narasumber atau MC oleh kampus," ungkapnya bangga.
Merasakan Kerasnya Jurnalistik Sebelum Mantap di Edukasi
Kariernya semakin bersinar pada Februari 2026, Ina diterima bekerja sebagai jurnalis dan reporter di Garuda TV. Pekerjaan yang menjadi impian banyak lulusan Prodi Ilmu Komunikasi yang sesuai dengan passion, keahlian broadcasting, dan ritme kerja yang cepat melebur menjadi satu.




