REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, menyoroti kepadatan penumpang pada layanan KRL Commuter Line Jabodetabek lintasan Tanah Abang-Rangkasbitung atau Green Line. Menurut dia, sudah waktunya pemerintah dan PT KAI meningkatkan kapasitas infrastruktur serta layanan di jalur tersebut.
Sofwan menilai, kepadatan penumpang pada jam sibuk menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pendukung. Karena itu, peningkatan kapasitas perlu dilakukan agar masyarakat dapat menggunakan KRL dengan aman dan nyaman.
“Saya juga pernah lama jadi anker, anak kereta. Sudah waktunya, pemerintah dan PT KAI berinvestasi lebih besar di jalur-jalur yang tingkat layanannya masih jauh dari kata manusiawi. Masyarakat penggunanya harus terangkut dengan aman, nyaman, dan layak,” kata dia melalui keterangannya, Sabtu (26/9/2026).
Sofwan mengapresiasi keterbukaan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin yang menjelaskan kondisi kepadatan penumpang pada jalur tersebut. Berdasarkan penjelasan tersebut, satu gerbong dengan luas standar sekitar 60 meter persegi pada waktu puncak dapat menampung hingga 480 penumpang. Padahal, daya tampung idealnya sekitar 360 penumpang.
“Bayangkan, tingkat okupansi per gerbong, sudah over hingga 160 persen. Problematika ini harus segera diurai. Tidak ada masalah yang tidak bisa diurai,” ujar Sofwan.




