Sabtu 26 Sep 2026 15:13 WIB

Di Bebersih Leuweung Republika, KDM Ungkap Target Besarnya untuk Penghijauan Gunung dan Hutan

Penghijauan gunung dan hutan menjadi salah satu target besarnya dalam memimpin Jabar.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Mas Alamil Huda
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) menghadiri acara Ground Talk dan Bebersih Leuweung Republika di Situ Cisanti, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).
Foto: Eco Supriyadi/Republika
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) menghadiri acara Ground Talk dan Bebersih Leuweung Republika di Situ Cisanti, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM) mengatakan, penghijauan gunung dan hutan menjadi salah satu target besarnya dalam memimpin Jabar. Ia mengakui, pekerjaan itu tidak mudah serta mengajak semua pihak untuk bersama mewujudkannya.

"Bagi saya jujur bangun jalan mudah, bangun sekolah mudah. Tapi yang paling berat bagi diri saya adalah menghijaukan gunung dan hutan," kata Dedi Mulyadi dalam acara 'Ground Talk & Bebersih Leuweung Republika', di Situ Cisanti, Gunung Wayang, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung pada Sabtu (26/9/2026). .

Baca Juga

KDM mengatakan, target penghijauan itu dicanangkannya karena ia miris melihat banyak kebun dan hutan sudah gundul dan beralihfungsi menjadi lahan bisnis. "Saya memimpin Jawa Barat dalam 5 tahun ini, enggak akan ada arti kalau tidak bisa menghijaukan Provinsi Jawa Barat," ucap Dedi Mulyadi.

Untuk mewujudkan itu, Pemprov Jawa Barat akan masif melakukan penanaman yang disesuaikan dengan kondisi lahan. Lahan perkebunan teh yang gundul misalnya, akan kembali ditanami komoditas serupa. Begitu juga di kawasan hutan yang akan disesuaikan dengan kondisi lahannya. Dedi sudah menginstruksikan Dinas Kehutanan serta Dinas Perkebunan untuk menganggarkan khusus pengijauan dan hutan.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh ESG Now (@esg.now)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi