Jumat 25 Sep 2026 15:10 WIB

Sebagai Puteri Indonesia, Papat Mantapkan Untuk Kuliah dan Kini Jadi Mahasiswa UBSI

UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif.

Menjadi Puteri Indonesia bukanlah cita-cita yang sejak kecil ada dalam bayangan Ananda Papat Oktariza.
Foto: Universitas Bina Sarana Informatika
Menjadi Puteri Indonesia bukanlah cita-cita yang sejak kecil ada dalam bayangan Ananda Papat Oktariza.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Menjadi Puteri Indonesia bukanlah cita-cita yang sejak kecil ada dalam bayangan Ananda Papat Oktariza. Perempuan keturunan Jawa yang tumbuh dan berdomisili di Palembang ini mengaku dulunya pernah menjadi anak yang tomboi. Namun, perjalanannya menggeluti dunia modeling menjadikannya bisa sampai menyandang gelar Puteri Indonesia Sumatera Selatan 2024. Hal itu juga yang membuatnya percaya kesempatan sering kali datang dari keberanian untuk mencoba.

Perjalanan Papat di dunia pageant dimulai ketika dia terjun ke dunia modeling pada tahun 2021. Ia bergabung dengan sebuah agensi lokal dan mulai mengenal lebih jauh dunia yang kemudian membawanya mengikuti berbagai ajang pageant.

Salah satunya adalah pemilihan Duta Budaya di Kota Palembang. Saat itu, Papat belum berhasil membawa pulang gelar juara. Namun, pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti mencoba.

Pada 2023, ia kembali mengikuti pemilihan daerah Puteri Indonesia. Papat berhasil meraih juara tiga, tetapi belum mendapatkan kesempatan untuk melaju ke tingkat nasional.

Kesempatan tersebut akhirnya datang pada 2024. Saat di daerahnya tidak digelar pageant, membuatnya mengikuti audisi pusat di Jakarta. Ia memilih mewakili Sumatera Selatan, daerah yang sudah sangat dikenalnya sekaligus memiliki jarak yang relatif dekat dengan Jakarta. Dari perjalanan tersebut, Papat kemudian menyandang gelar Puteri Indonesia Sumatera Selatan 2024.

Memilih Kembali ke Bangku Kuliah

Di tengah perjalanan kariernya, Papat juga memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif. Baginya, pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam membangun masa depan karena pengetahuan yang dimiliki seseorang tidak pernah benar-benar terasa cukup.

Keputusan tersebut bahkan membuat Papat harus meninggalkan pekerjaannya di Palembang. Ia memilih resign dan memulai kembali perjalanan kariernya dari nol.

Kini Papat menjalani berbagai pekerjaan secara freelance, mulai dari fashion show, modeling, content creator, hingga endorsement. Aktivitas tersebut ia jalani bersamaan dengan status barunya sebagai mahasiswa.

Untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan dan pekerjaan, Papat memilih mengikuti kelas reguler malam. Dengan begitu, ia tetap dapat menjalankan aktivitas profesional sejak pagi hingga sore sebelum melanjutkan kegiatan perkuliahan di malam harinya.

Bagi Papat, pilihan tersebut merupakan bagian dari upayanya untuk terus berkembang. "Kuliah tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga menjadi ruang untuk menambah pengetahuan, membangun karier, sekaligus memperluas relasi," kata Papat kepada media.

Puteri Indonesia yang Sempat “Menyamar” di Kampus

Ada cerita menarik saat Papat pertama kali menjalani kehidupannya sebagai mahasiswa baru. Teman-teman sekelasnya ternyata belum mengetahui bahwa perempuan yang duduk bersama mereka merupakan Puteri Indonesia Sumatera Selatan 2024.

Bahkan, ketika salah seorang teman bertanya apakah dirinya mengikuti kegiatan orientasi mahasiswa atau ORMIK, Papat sempat memberikan alasan bahwa dirinya sedang sakit.

Cerita tersebut baru terbuka ketika identitas Papat diketahui. Setelah wawancara berlangsung, sejumlah mahasiswa baru bahkan langsung mengirimkan pesan untuk menyapa dan berkenalan dengannya.

Alih-alih merasa terganggu, Papat menanggapinya dengan santai. "Pengalaman tersebut justru menjadi cerita tersendiri tentang bagaimana aku menjalani kehidupan sebagai mahasiswa tanpa harus menjadikan gelar yang dimilikinya sebagai pusat perhatian," ujaarnya.

Beri Nilai 10 untuk Pelayanan UBSI

Selain pengalaman akademik, Papat juga mengaku terkesan dengan pelayanan yang diterimanya selama berada di lingkungan UBSI, khususnya ketika menginap di Wisma BSI ketika Seminar Motivasi (SEMOT) 2026.

Ia mengapresiasi perhatian dari pihak kampus. Menurutnya, pelayanan tersebut terasa sejak penyiapan kamar, perhatian terhadap menu makan malam, hingga sarapan yang telah dipersiapkan sejak subuh.

Bagi Papat, perhatian terhadap hal-hal kecil tersebut membuat pengalaman berada di lingkungan UBSI terasa nyaman. Ia bahkan memberikan nilai 10/10 untuk pelayanan dan perlakuan yang diterimanya dari pihak kampus.

Pengalaman tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan Papat sebagai mahasiswa yang sedang membangun kembali langkahnya, kali ini dengan memadukan pendidikan dan karier yang terus berkembang.

Jangan Takut Gagal!

Di balik perjalanannya dari anak tomboi, modeling, berbagai kompetisi, hingga akhirnya menjadi Puteri Indonesia Sumatera Selatan 2024, Papat membawa satu pesan untuk mahasiswa baru UBSI.

Ia mengajak mahasiswa UBSI untuk tidak takut mencoba hal-hal baru. Menurutnya, kegagalan bukan sesuatu yang perlu dihindari sejak awal karena seseorang justru tidak akan pernah mengetahui seperti apa rasanya gagal jika tidak pernah berani mengambil langkah.

Pesan tersebut terasa relevan dengan perjalanan Papat sendiri. Gelar Puteri Indonesia yang kini disandangnya tidak datang dalam satu kali kesempatan. Ada kegagalan, percobaan ulang, perubahan arah, hingga keputusan untuk meninggalkan pekerjaan dan memulai kembali dari nol.

Karena itu menjadi mahasiswa baru UBSI menurut Papat juga merupakan kesempatan untuk mencoba lebih banyak hal. "Tidak harus selalu langsung berhasil, tetapi setidaknya berani mengambil langkah pertama dan belajar dari setiap pengalaman yang datang," tutupnya.

Berita Lainnya

Rekomendasi