REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 68 dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dinyatakan lulus Sertifikasi Dosen (Serdos) Tahun 2026. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam memperkuat kualitas sumber daya akademik sekaligus mendorong dosen memenuhi standar profesional sebagai pendidik di perguruan tinggi.
Dari total 68 dosen yang lulus, sebanyak 25 dosen dinyatakan lulus pada Gelombang 0, sedangkan 43 dosen lainnya lulus pada Gelombang 1. Capaian tersebut menjadi gambaran dari konsistensi para dosen dalam mengembangkan kompetensi dan memenuhi tuntutan profesionalisme di lingkungan pendidikan tinggi.
Rektor UBSI Prof Mochamad Wahyudi menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, sertifikasi dosen merupakan bagian penting dalam penguatan profesionalisme dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.
“Capaian ini menjadi bagian dari komitmen UBSI untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya dosen sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Kami berharap para dosen yang telah memperoleh sertifikasi dapat terus meningkatkan kompetensi, berkarya, serta memberikan kontribusi terbaik bagi mahasiswa dan institusi,” ujar Prof Wahyudi pada Kamis (24/9/2026).
Serdos Bukan Sekadar Capaian Administratif
Prof Wahyudi menilai keberhasilan lulus Serdos tidak hanya menjadi pencapaian individual bagi para dosen, tetapi juga berkaitan dengan upaya UBSI meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi. Kompetensi dan profesionalisme dosen menjadi salah satu fondasi dalam menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas bagi mahasiswa.
Ia berharap, melalui raihan serdos tersebut, dosen-dosen tidak berhenti sebagai capaian administratif saja.
“Setelah memperoleh sertifikasi, dosen tetap perlu mengembangkan kapasitas melalui peningkatan kompetensi, pengembangan karier akademik, penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi dalam pembelajaran,” tambahnya.
Pandangan tersebut menempatkan capaian Serdos sebagai bagian dari proses pengembangan akademik yang berkelanjutan bagi seorang dosen. Sertifikasi menjadi salah satu tahapan, sementara kontribusi dosen terhadap mahasiswa, institusi, masyarakat, dan perkembangan keilmuan menjadi proses yang terus berjalan.
Keberhasilan 68 dosen UBSI pada Serdos 2026 sekaligus menjadi bagian dari perjalanan UBSI dalam membangun ekosistem akademik yang semakin kuat. Para dosen diharapkan terus mengembangkan kapasitas dan keilmuan sesuai bidang masing-masing, sekaligus mampu merespons kebutuhan pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Capaian tersebut menjadi momentum bagi UBSI untuk melanjutkan penguatan kualitas dosen secara berkelanjutan. Sebab, profesionalisme dosen pada akhirnya bukan hanya tercermin dari sertifikasi yang diperoleh, tetapi juga dari bagaimana kompetensi tersebut diterjemahkan menjadi pembelajaran, karya akademik, penelitian, pengabdian, dan kontribusi yang dirasakan mahasiswa serta masyarakat.




