REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Yatsi Madani (UYM) meresmikan Unit Layanan Disabilitas (ULD) untuk memperkuat layanan pendidikan yang aksesibel dan setara bagi sivitas akademika penyandang disabilitas. Penguatan ULD tersebut mendapat dukungan Program Bantuan Pembentukan dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas di Perguruan Tinggi Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Peresmian ULD digelar di Tangerang pada 16 September 2026 dengan mengusung tema “Peningkatan Service Excellence bagi Sivitas Akademika demi Mewujudkan Kampus Inklusif dan Ramah Disabilitas”. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 119 dosen dan tenaga kependidikan UYM.
Direktur Yayasan Difabel Mandiri Indonesia Mohamad Syakur turut hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan perspektif mengenai pentingnya lingkungan pendidikan yang mampu mengurangi hambatan serta memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas.
Program penguatan ULD di UYM merupakan bagian dari Program Bantuan Pembentukan dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas di Perguruan Tinggi Tahun 2026 yang diselenggarakan Kemdiktisaintek. Program tersebut ditujukan untuk membantu perguruan tinggi mengembangkan sistem layanan bagi mahasiswa dan sivitas akademika penyandang disabilitas.
Pelaksanaan program di UYM diketuai Bayu Imanuddin. Penguatan ULD diarahkan untuk membangun layanan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan sivitas akademika penyandang disabilitas.
Rektor Universitas Yatsi Madani Ikhsan Kamil mengatakan, keberadaan ULD menjadi langkah untuk memperkuat kesempatan setara bagi seluruh sivitas akademika. "Semangat service excellence tidak berhenti pada peresmian ULD, tetapi perlu diterapkan dalam pelayanan akademik maupun nonakademik di lingkungan kampus," katanya, Kamis (24/9/2026).
ULD nantinya menjadi ruang koordinasi dan layanan untuk mendukung pengembangan layanan akademik maupun nonakademik yang lebih aksesibel bagi penyandang disabilitas. Layanan tersebut mencakup identifikasi kebutuhan, pemberian dukungan, serta pengembangan lingkungan belajar dan bekerja yang aman dan setara.
Penguatan layanan juga tidak hanya berkaitan dengan fasilitas dan sarana prasarana. UYM menempatkan sikap, komunikasi, kepedulian, serta pemahaman terhadap kebutuhan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya membangun budaya kampus yang inklusif.
UYM juga menjalin sinergi dengan Yayasan Difabel Mandiri Indonesia untuk memperkuat pemahaman mengenai kebutuhan penyandang disabilitas. Kolaborasi tersebut diharapkan mendukung pengembangan layanan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Melalui ULD, UYM menyatakan akan mengembangkan layanan disabilitas secara berkelanjutan sekaligus mendorong keterlibatan sivitas akademika dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang setara dan aksesibel.




