Kamis 24 Sep 2026 17:51 WIB

Uji Coba KRIS, iDRG dan RBKP Dimulai di Bandung, Ini Kesiapan Faskes

Ada 203 FKTP dan 49 fasilitas rujukan tingkat lanjut disiapkan mengikuti uji coba.

BPJS Kesehatan Cabang Bandung berkomitmen mendukung pelaksanaan uji coba implementasi Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), dan Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) yang dilaksanakan di Kota Bandung sebagai salah satu lokus uji coba nasional.
Foto: dok BPJS
BPJS Kesehatan Cabang Bandung berkomitmen mendukung pelaksanaan uji coba implementasi Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), dan Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) yang dilaksanakan di Kota Bandung sebagai salah satu lokus uji coba nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- BPJS Kesehatan Cabang Bandung berkomitmen mendukung pelaksanaan uji coba implementasi Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), dan Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) yang dilaksanakan di Kota Bandung sebagai salah satu lokus uji coba nasional. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempersiapkan implementasi berbagai kebijakan strategis Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara bertahap dan terukur.

Deputi Direksi Bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Irfan Humaidi, mengatakan kesiapan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi ketiga reformasi tersebut.

Baca Juga

“Persiapan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan merupakan langkah strategis untuk mengawal implementasi tiga reformasi ini. Selain itu, masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan juga sangat penting sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan ke depan,” kata Irfan, di Pendopo Walikota Bandung, Kamis (24/09).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu layanan kesehatan secara menyeluruh.

“Dalam implementasi rujukan berbasis kemampuan pelayanan, peran puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama akan sangat krusial dalam menentukan rujukan peserta sehingga pasien dapat memperoleh layanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Selanjutnya dalam implementasi KRIS, rumah sakit akan menerapkan ruang rawat inap sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Kunta.

Kunta menambahkan, pengembangan sistem tarif pelayanan kesehatan melalui iDRG dilakukan melalui pengelompokan kasus berdasarkan karakteristik penyakit masyarakat Indonesia dan kompetensi rumah sakit.

“Ini merupakan perubahan pola pikir yang sangat besar. Melalui uji coba ini kita ingin memastikan seluruh proses dapat berjalan dengan baik. Secara nasional, uji coba di empat lokus wilayah melibatkan 464 FKTP dan 94 rumah sakit dengan masa pelaksanaan maksimal selama 12 bulan,” tambahnya.

Bandung Jadi Salah Satu Lokus Uji Coba

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan uji coba tersebut. Menurutnya, Kota Bandung selama ini menjadi salah satu tujuan rujukan layanan kesehatan dari berbagai daerah di Jawa Barat.

“Beberapa kasus menunjukkan bahwa Kota Bandung sering menjadi tujuan rujukan dari kabupaten dan kota lain. Dengan sistem rujukan yang lebih tepat sasaran, kami berharap layanan kesehatan dan pembiayaan dapat menjadi lebih efektif,” kata Farhan.

Ia juga optimistis implementasi KRIS dapat memberikan dampak positif terhadap mutu layanan kesehatan di Kota Bandung.

“Kami akan berupaya memenuhi 12 kriteria KRIS, namun tetap menjaga agar bed occupancy rate (BOR) tidak mengalami penurunan. Kami optimistis dapat mendukung implementasi kebijakan ini sekaligus menguji kesiapan layanan kesehatan di Kota Bandung mulai dari layanan dasar hingga layanan paripurna,” jelasnya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi