REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi personel Angkatan Darat (AD) Rusia, Deden (40 tahun) membagikan pengalamannya selama lebih tiga bulan di negeri Beruang Merah. Deden membagikan kisah pilu lantaran ia merasa beruntung masih bisa selamat, karena ditempatkan di Divisi Logistik, bukan di garda terdepan melawan Ukraina.
"Selama tiga bulan lebih di Rusia, aku bertemu beberapa tentara Rusia yang mengungkapkan pendapatnya tentang keberadaan tentara asing. Ketika bersama ramai-ramai, mereka selalu bilang kamu hebat, pemberani, keren dan lain-lain," kata Deden kepada Republika di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Deden mengungkapkan, ketika orang Rusia hanya berdua mengobrol dengannya, mereka memiliki opini lain. Mereka mulai jujur mengutarakan pendapatnya. Dia menyebut, tentara reguler Rusia juga banyak yang bersimpati dengan prajurit asing yang direkrut menjadi tentara Rusia.
"Setelah tahu latar belakangku yang hanya ingin bekerja sipil di Rusia, mereka turut prihatin. Ternyata mereka banyak yang tidak tahu kalau orang asing bergabung ke militer Rusia itu melalui agen. Mereka juga tidak tahu banyak yang kena tipu pekerjaan sipil malah jadi tentara," ujar Deden.
Salah satu kawan tentara, kata dia, sebut saja R, kerap merasa prihatin dengan nasibnya. Dia bilang kalau Perang Rusia-Ukraina itu rakyat urusan Rusia. "Tidak baik orang asing ikut mati di sini. Karena kalau sudah di garis depan itu kemungkinan besar mati atau cedera berat dan cacat seumur hidup," jelas Deden menirukan percakapan dengan prajurit tersebut.
Percakapan itu berlangsung menggunakan alat penerjemah. Hal itu karena Deden tidak bisa berbahasa Rusia, dan prajurit asli Rusia tidak bisa berbahasa Inggris. Namun, kepedulian mereka terhadap Deden membuatnya sedikit berbesar hati karena sekarang 'terjebak' di Rusia.
"Dengan Google Translate, dia menulis. 'Ini negara kami, kami berkorban untuk itu. Kami melayani negara. Ini bukan negaramu. Kamu tidak harus mati di sini'. Di kesempatan lain, aku bertemu dokter militer, sebut saja G. Setelah tahu perjalanan ku tertipu agen. Dia banyak memberiku saran panjang lebar," ucap Deden.




