Rabu 16 Sep 2026 22:50 WIB

Gempa Bumi Flores, 94 Orang Meninggal di Pengungsian

Jumlah warga meninggal di pengungsian lebih banyak dari korban jiwa langsung.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Fitriyan Zamzami
Sejumlah pengungsi beristirahat di tenda pengungsian, Desa Lamahala, Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Ahad (12/4/2026). (ilustrasi)
Foto: ANTARA FOTO/Mega Tokan
Sejumlah pengungsi beristirahat di tenda pengungsian, Desa Lamahala, Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Ahad (12/4/2026). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 142 orang meninggal dunia akibat gempa bumi M 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026). Namun, korban meninggal paling banyak terjadi di pengungsian. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan gempa bumi tersebut menyebabkan 142 orang meninggal dunia. Meski begitu, jumlah korban jiwa langsung akibat gempa bumi tersebut disebut hanya sekitar 48 orang. 

Baca Juga

"Korban yang meninggal secara langsung akibat gempa bumi itu 48 orang, tetapi secara tidak langsung yang ada di pengungsian ada 94 orang," kata dia saat konferensi pers secara daring, Selasa (15/9/2026).

Ia menambahkan, saat ini juga masih ada 46.046 orang mengungsi akibat terdampak bencana gempa bumi di Flores, NTT. Angka tersebut dinilai sudah mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. 

"Saat ini pengungsi itu sudah jauh turun yang kemarin-kemarin sampai 150 ribu lebih, sekarang hanya 46.046 jiwa," kata Berton. 

BNPB mencatat, total rumah yang dilaporkan rusak akibat gempa bumi tersebut mencapai 103.427 unit. Namun, BNPB masih akan melakukan verifikasi untuk memastikan kerusakan tersebut.

photo
Foto udara posko pengungsian korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). - (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

"Tim kami saat ini sedang melakukan validasi maupun verifikasi data tentang kerusakan ini karena kami juga perlu memperoleh by name by address atau setiap rumah tersebut siapa pemiliknya dan alamatnya di mana yang jelas," kata dia.

Terpisah, Presiden Prabowo Subianto mengakui masih ada banyak masyarakat yang terdampak di berbagai wilayah Indonesia. Namun, ia memastikan pemerintah pusat hingga daerah turun untuk melakukan penanganan di lapangan. 

"​Juga masih banyak saudara-saudara kita di berbagai tempat yang mengalami kesulitan akibat bencana alam yang dihadapi, tetapi seluruh pemerintah pusat, daerah, provinsi, kabupaten, semua instansi terbukti bekerja sama dengan baik untuk menghadapi semua tantangan dan kesulitan," kata dia di Stasiun LRT Manggarai, Rabu (16/9/2026).

Berita Lainnya

Rekomendasi