REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan politik perlu diterjemahkan melalui sikap dan langkah yang memberi manfaat bagi masyarakat. Sekretaris Badiklat DPP Partai Demokrat Dewi Sartika menilai pesan tersebut perlu menjadi pijakan kader Demokrat dalam menjalankan kerja politik.
Dewi mengatakan, pidato politik AHY tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga menggambarkan arah perjuangan partai dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pidato politik AHY bukan sekadar rangkaian kata, tetapi sebuah pesan tentang arah, harapan dan masa depan bangsa,” kata Dewi melalui keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Menurut Dewi, ketegasan visi dan semangat perubahan yang disampaikan AHY perlu diterjemahkan dalam kerja politik yang konkret. Politik, kata dia, tidak cukup berhenti pada narasi, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan langkah yang berkaitan dengan persoalan masyarakat.
“Ketegasan dalam sikap, kejernihan dalam berpikir, dan keberanian dalam mengambil langkah menjadi pesan bahwa perjuangan politik harus selalu berpijak pada kepentingan rakyat serta kemajuan bangsa,” jelas Dewi.
Dewi menilai tantangan politik ke depan membutuhkan ketegasan dalam menentukan sikap sekaligus kemampuan melihat persoalan bangsa secara jernih. Prinsip tersebut dinilai penting agar perjuangan politik memiliki orientasi yang jelas terhadap kepentingan masyarakat dan kemajuan Indonesia.
Karena itu, Dewi mengatakan Partai Demokrat perlu menerjemahkan pesan tersebut melalui kerja yang dekat dengan masyarakat. Partai juga dinilai perlu mengambil peran dalam penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Demokrat harus terus bergerak, hadir dan menjadi bagian dari solusi untuk Indonesia,” tegas Dewi.
Dewi menambahkan, semangat perubahan yang disampaikan AHY dapat menjadi energi bagi kader Demokrat untuk menjalankan kerja politik dengan perhatian pada kepentingan rakyat.
“Dengan demikian, politik dapat ditempatkan sebagai instrumen untuk menghadirkan solusi sekaligus mendorong masa depan Indonesia yang lebih baik,” kata Dewi.




