Selasa 15 Sep 2026 16:22 WIB

Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Diperluas

Hingga saat ini, keberadaan speed boat pembawa lima jurnalis belum ditemukan.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Andri Saubani
Petugas Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri melakukan pengamatan saat pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau dengan menggunakan Kapal Polisi (KP) Sanjaya di perairan Selat Sunda, Banten, Sabtu (12/9/2026). Dalam pencarian yang dilakukan di perairan dekat pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau itu masih belum membuahkan hasil dan sempat terkendala jarak pandang yang terbatas karena kabut tebal.
Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Petugas Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri melakukan pengamatan saat pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau dengan menggunakan Kapal Polisi (KP) Sanjaya di perairan Selat Sunda, Banten, Sabtu (12/9/2026). Dalam pencarian yang dilakukan di perairan dekat pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau itu masih belum membuahkan hasil dan sempat terkendala jarak pandang yang terbatas karena kabut tebal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Operasi pencarian dan pertolongan terhadap speed boat pembawa jurnalis foto yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, memasuki hari kedelapan, Selasa (15/9/2026). Hingga saat ini, keberadaan speed boat tersebut belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, seluruh sumber daya yang tersedia akan terus dioptimalkan untuk memperbesar peluang menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian. Saat ini, Tim SAR Gabungan memperluas penyisiran laut dengan membagi area pencarian ke dalam lima sektor dengan total luas sekitar 3.962 mil laut persegi.

Baca Juga

“Pada hari kedelapan ini, pencarian kembali kami perluas melalui beberapa sektor laut dengan melibatkan unsur SAR gabungan, baik dari Basarnas, TNI, Polri, maupun potensi SAR lainnya. Kami juga melakukan pemantauan terhadap wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya pergerakan korban atau benda yang berkaitan dengan kejadian ini,” kata dia melalui keterangannya, Selasa.

Delapan orang yang berada di dalam speed boat tersebut hingga kini masih dalam pencarian. Mereka terdiri atas Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), Heriyanto selaku guide, serta lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Pencarian di sektor A dengan luas 1.026 mil laut persegi dilakukan KRI Gilimanuk dan KRI Leuser. Sementara sektor B seluas 780 mil laut persegi disisir KN SAR Antasena dan KP Sanjaya.

Sektor C dengan luas 825 mil laut persegi melibatkan KN SAR Tetuka, KRI Lepu, dan KRI Kerambit. Sektor D seluas 872 mil laut persegi disisir KN SAR Basudewa, RIB 02 Lampung, KAL Anyer, dan KAL Pahowang. Adapun sektor F dengan luas 459 mil laut persegi menjadi wilayah pencarian RIB 02 Banten, RBB Pulau Peucang, sejumlah kapal KP Polairud, serta unsur pendukung lainnya.

Amrad mengatakan, operasi juga diperkuat dua unit drone thermal Basarnas untuk membantu pemantauan dari udara. Sejumlah sarana pencarian dan pertolongan darat turut disiagakan, termasuk kendaraan penyelamat, kendaraan komunikasi, ambulans, dan truk personel.

photo
Sejumlah anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta menggelar doa bersama di Yogyakarta, Jumat (11/9/2026). Mereka menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencarian lima orang jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. - (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Selain memperluas pencarian di laut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten melakukan pemapelan kepada Kantor SAR Bengkulu. Langkah tersebut dilakukan untuk memonitor wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano guna mengantisipasi kemungkinan korban atau material dari speed boat terbawa arus ke wilayah tersebut.

Amrad mengatakan keselamatan personel tetap menjadi perhatian selama operasi berlangsung. Tim SAR memperhatikan perkembangan cuaca, kecepatan angin, tinggi gelombang, serta hasil evaluasi pencarian di lapangan.

Berdasarkan prakiraan cuaca, menurut dia, kondisi di lokasi pencarian diperkirakan berawan tebal dengan angin dari arah tenggara berkecepatan 10 hingga 20 knot. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 0,5 hingga 3,5 meter.

Lima jurnalis foto tersebut dilaporkan hilang kontak saat bertugas mengambil dokumentasi kondisi Gunung Anak Krakatau. Mereka dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026). Selain kelima jurnalis, speed boat tersebut juga membawa kapten kapal, ABK, dan seorang guide.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi