REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memulai penataan kabel udara ke bawah tanah. Penataan tersebut untuk mengubah wajah Jakarta agar lebih rapi dari keberadaan kabel semrawut.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, pihaknya telah memulai penataan kabel udara di Jalan Dr Supomo pada pekan lalu. Kawasan itu menjadi salah satu prioritas untuk penataan sarana jaringan utilitas terpadu (SJUT).
"Memang di tahap awal seperti yang kemarin kami sampaikan di Jalan Supomo, tetapi ini akan menjadi program yang menyeluruh selama 5 tahun untuk segera bisa menuntaskan," kata Pramono di Jalan Kemuning, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).
Pramono mengatakan, penataan itu dilakukan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) DKi Jakarta Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penempatan Jaringan Utilitas. Pemprov DKI Jakarta memiliki target menata kabel semrawut di sepanjang 6.500 kilometer.
Dia menilai, Pemprov DKI akan melibatkan pihak swasta untuk ikut melakukan penataan. Pasalnya, keberadaan kabel itu juga berkaitan dengan layanan komunikasi dan listrik.
"Sehingga dengan demikian untuk penanganan kabel dimasukkan ke dalam itu bukan hanya dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Bina Marga, kami juga membuka opsi keterlibatan apa ya, badan usaha ataupun swasta untuk terlibat dalam hal itu," ucap Pramono.
Saat ini, Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat, jaringan SJUT yang telah terbangun mencapai 41,7 kilometer. Sejumlah ruas prioritas, termasuk Jalan Dr Supomo, ditargetkan selesai pada Desember 2026.




