Ahad 13 Sep 2026 21:34 WIB

Penumpang Selamat Ceritakan Detik-Detik Kapal Virgo Transport 8 Miring ke Kiri Sebelum Karam

Ahmad menyelamatkan diri menggunakan perahu karet setelah kapal semakin tenggelam.

Petugas gabungan mengevakuasi penumpang kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang tiba menggunakan kapal MV Haida di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Ahad (13/9/2026). Kapal tersebut berhasil mengevakuasi sebanyak 69 penumpang dari total 107 korban yang selamat akibat kecelakaan kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Petugas gabungan mengevakuasi penumpang kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang tiba menggunakan kapal MV Haida di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Ahad (13/9/2026). Kapal tersebut berhasil mengevakuasi sebanyak 69 penumpang dari total 107 korban yang selamat akibat kecelakaan kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Salah satu penumpang selamat, Ahmad Saudi, menceritakan bahwa, kapal Virgo Transport 8 tiba-tiba miring ke kiri dengan sangat cepat sekitar pukul 01.20 Wita tanpa alarm maupun pemberitahuan sebelum akhirnya tenggelam. Ahmad menuturkan dirinya sedang tidur di sofa ketika mendengar seorang penumpang berlari sambil memberitahukan kapal dalam kondisi miring, sehingga ia segera berdiri dan melihat kapal memang sudah mengalami kemiringan sebelum berupaya menyelamatkan diri.

“Saya tanya, kenapa pak?, lalu dijawab katanya kapal miring, terus saya berdiri, ternyata memang miring benar. Langsung saya lari ke bawah,” kata Ahmad saat ditemui di ruangan pelayanan kesehatan darurat bagi korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Ahad (13/9/2026) malam.

Baca Juga

Saat berada di bagian bawah kapal, Ahmad berpegangan pada tiang dekat jendela untuk mempertahankan tubuhnya ketika kapal semakin miring, kemudian mengikuti posisi kapal hingga berhasil bergerak menuju bagian atas sebelum kapal semakin tenggelam.

“Saya ke tiang jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring, miring, miring. Saya tetap pegangan. Habis miring saya naik ke atas, kemudian menunggu kapal sampai tenggelam,” ujarnya.

Ahmad kemudian menyelamatkan diri menggunakan perahu karet setelah kapal semakin tenggelam, lalu bertahan bersama penumpang lainnya dalam kondisi laut masih gelap sambil menunggu pertolongan dari kapal yang datang menyelamatkan. Ia mengatakan terdapat 15 orang di dalam perahu karet bersamanya dan seluruhnya berhasil dievakuasi ke kapal penolong, dengan kelompok tersebut terdiri atas laki-laki dan tidak terdapat penumpang perempuan.

“Yang di kapal karet itu ada 15 orang. Selamat, bisa naik ke kapal yang menolong tadi. Rata-rata laki-laki, perempuan tidak ada,” katanya.

photo
Petugas gabungan mengevakuasi penumpang kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang tiba menggunakan kapal MV Haida di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Ahad (13/9/2026). Kapal tersebut berhasil mengevakuasi sebanyak 69 penumpang dari total 107 korban yang selamat akibat kecelakaan kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa. - (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Menurut Ahmad, kondisi laut saat berada di perahu karet cukup berat, karena angin dan gelombang besar terus menghantam perahu selama sekitar tiga jam, sehingga mereka harus bertahan hingga pertolongan datang.

“Gelombang terasa di dalam kapal. Di kapal karet itu saja tiga jam dihantam ombak terus. Pokoknya angin, gelombangnya besar dan tinggi,” ujarnya.

Dia mengatakan kapal sempat terus bergoyang akibat hantaman gelombang, tetapi kemiringan yang dialaminya berlangsung sangat cepat ketika badan kapal bergerak ke kiri, sehingga ia memilih tetap berpegangan untuk mempertahankan diri.

“Kapal miring gini, langsung miring. Miringnya itu cepat banget, karena posisinya sudah larinya ke kiri,” ujarnya.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi seluruh penumpang yang masih berada di dalam kamar ketika kapal mulai miring, namun berdasarkan pengamatannya sejumlah orang yang berhasil keluar dan mencapai perahu karet merupakan laki-laki.

“Masih banyak. Kayaknya banyak, soalnya yang keluar sopir-sopir saja kayaknya, orang laki-laki saja. Kalau yang di kamar-kamar itu kayaknya belum bisa keluar,” ujarnya.

Ahmad merupakan warga asal Surabaya yang kini tinggal di Banjarbaru dan berada dalam perjalanan membawa unit bus ke Kalimantan setelah mengambil bus dari Surabaya, sebelum menjadi salah satu penumpang yang berhasil menyelamatkan diri dari insiden tersebut.

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi