Ahad 13 Sep 2026 06:14 WIB

Kemenhut: Kebakaran Hutan di Gunung Ceremai Sudah Terkendali

Kondisi angin kencang, serasah, dan semak belukar turut mempercepat penyebaran api.

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Erik Purnama Putra
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), semakin meluas.
Foto: Republika/ Lilis Sri Handayani
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), semakin meluas.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengatakan kebakaran hutan di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang terjadi selama tiga hari, 7 sampai 9 September 2026 sudah berhasil dikendalikan. Kebakaran melanda Blok Simaung, Tegal Bodas, Cileutik, Jalan Maling Situmpuk, dan Panjakroma.

Kebakaran terdeteksi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 12.05 WIB setelah petugas Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), menerima laporan masyarakat mengenai kepulan asap di sekitar Blok Simaung, Desa Singkup. Kepulan asap tersebut juga terpantau tim Patroli Udara Tanpa Awak (PUTA) Posko Dalkarhut SPTN Wilayah I Kuningan.

Baca Juga

Kondisi angin kencang, serasah, dan semak belukar yang kering turut mempercepat penyebaran api. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Toni Anwar mengatakan, kondisi angin yang kencang dan medan berbatu menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran di kawasan TNGC.

"Api beberapa kali kembali menyala karena tiupan angin. Petugas terus melakukan pemadaman dan penyisiran hingga memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Upaya ini penting untuk mencegah kebakaran meluas dan melindungi kawasan hutan konservasi," kata Toni seperti dikutip siaran pers Kemenhut di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Toni, proses pemadaman dilakukan secara darat menggunakan peralatan manual dan mekanis. Kemudian, pemadaman menggunakan metode mopping up untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali berkembang.

Berita Lainnya

Rekomendasi